PERCOBAAAN VII
1.
Memisahkan
campuran dengan cara sublimasi, ekstraksi, dekantasi, kristalasi dan
kromatografi.
2.
Mengendapkan
barium klorida dan menentukan persentase hasildari barium kromat.
3.
Menentukan
persentase barium klorida dari campuran.
4.
Mendalami dan
menggunakan hukum stoikiometri dalam reaksi kimia.
5.
Mengembangkan
keterampilan menyaring dan memindahkan endapan.
Kebanyakan
materi yang tedapat dibumi ini tidak murni,tetapi berupa campuran dari beberapa
komponen. Contohnya,tanah terdiri dari berbagai senyawa dan unsur baik dalam
wujud padat,cair,gas.
Untuk
memperoleh zat murni kita harus memisahkannya dari campurannya. Campuran dapat
dipisahkan melalui peristiwa fisika atau kimia, satu komponen atau lebih
direaksikan dengan zat lain sehingga dapat dipisahkan. Cara atau teknik
pemisahan campuran pada jenis, wujud dan sifat komponen yang terkandung
didalamnya. Jika komponen berwujud padat dan cair, misalnya pasir dan air,
dapat dipisahkan dengan saringan. Saringan bermacam-macam, mulai dari porinya
yang besar sampai yang sangat halus, contihnya kertas saring dan selaput
semipermeabel. Kertas saring dipakai unuk memisahkan endapan atau padatan dari
pelarutnya.Campuran homogen, seperti alkohol dalam air, tidak dapat dipisahkan
dengan saringan,karena partikelnya lolos dalam pori-pori kertas saring dan
selaput semipermeabel. Campuran seperti itu dapat dipisahkan dengan cara fisika
yaitu destilasi,rekristalisasi,ekstraksi,kromatografi (Syukri,1999:15).
Suatu materi yang
tersusun atas dua atau lebih zat dengan komposisi tidak tetap dan masih
memiliki sifat-sifat zat asalnya dinamakan campuran. Campurandapat digolongkan
kedalam campuran serbaneka (heterogen) dan campuran serbasama (homogen).
Suatu materi dikatakan
campuran serbaneka jika materi tesebut memiliki komponen penyusun yang dapat
dibedakan, dan sifat masing- masing komponen masih tampak. Suatu materi
campuran sikatakan serbasama apabila keseluruhan materi penyusun cmpuran itu
tidak dapat dibedakan satu dengan yang lainnya,tetapi sifat masing- masing
komponen masih tampak(Sunarya,2010:15-17).
Menurut
Sunarya Terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan untuk memisahkan campuran
secara fisik diantaranya adalah
-
Penyaringan :
Teknik ini biasanya digunakan untuk memisahkan campuran padat-cair. Dalam
reaksi kimia yang menghasilkan endapan padatan yang dihasilkan dapat dipisahkan
dari cairannya menggunakan teknik penyaringan. Dalam penyaringan, zat yang
lolos saringan dinamakan filtrat dan yang tersaring dinamakan residu.
-
Rekristalisasi
: Teknik ini biasa digunakan untuk memperoleh kristal murni yang tercampur
dengan pengotornya.
-
Distilasi :
Teknik ini biasanya digunakan untuk memisahkan campuran dalam bentuk cair,
seperti air laut, yang merupakan campuran garam-garam yang terlarut dalam air.
Prinsip distilasi didasarkan pada perbedaan titik didih komponen penyusun
campuran.
-
Kromatografi :
Dalam industri,teknik kromatografi ini digunakan. Teknik kromatografi
ini,gagasannya sederhan tetapi caranya beragam, metoda ini dapat diterapkan
untuk berbagai senyawa. Hampir setiap campuran mulai dari ukuran molekul kecil
sampai besar dapt dipisahkan,berdasarkan sifat komponen campuran. Sifat utama
yang terlibat yaitu : kelarutan, penyerapan atau adsorpsi, dan keatsirian atau
kemudahan menguap.
Menurut
Harale (2003:94) Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat
dibedakan menjadi dua golongan, yaitu
-
Metode
pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu tahap. Proses ini
terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana.
-
Metode pemisahan
kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja, diantaranya penambahan bahan
tertentu,pengaturan proses mekanik alat, dan reaksi-reaksi kimia yang
diperlukan.
Salah satu reaksi yang
umumnya berlangsung daam larutan berair adalah reaksi pengendapan yang cirinya
adalah terbentuknya produk yang tak larut,atau endapan.Endapan adalah padatan
tak larut yang terpisah dari larutan. Reaksi pengendapan biasanya melibatkan
senyawa-senyawa ionik. Misalnya ketika larutan timbal nitrat (Pb(NO3)2)
ditambahkan kedalam larutan natrium iodida (NaI), akan terbentuk endapan kuning
timbal iodida (PbI2).
Natrium nitrat tertinggal dalam larutan.
Apakah endapan akan
terbentuk ketika dua larutan dicampurkan atau ketika satu senyawa ditambahkan
ke dalam satu larutan ?
Hal
itu bergantung pada kelarutan dari zat terlarut,yaitu jumlah maksimum zat
telarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu palarut dalam suhu tertentu.
Dalam konteks kualitatif,ahli kimia membagi zat-zat sebagai dapat larut,
sedikit larut, atau tak dapat larut (Chang,2004:92-93)
Menurut Hendayana (2006:12)Suatu zat
dapat dipisahkan dari campurannya karena mempunyai perbedaan sifat. Hal ini
dinamakan dasar pemisahan. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain
sebagai berikut :
1.
Ukuran partikel
Bila ukuran
partikel zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat
pencampur) dapat dipisahkan dengan metode filtrasi (penyaringan). Jika partikel
zat hasil lebih kecil daripada zat pencampurnya, maka dapat dipilih penyaring
atau media berpori yang sesuai dengan ukuran partikel zat yang diinginkan.
Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan zat pencampurnya akan terhalang.
2.
Titik didih
Bila antara zat
hasil dan zat pencampur memiliki titik didih yang jauh berbeda dapat dipishkan
dengan metode destilasi. Apabila titik didih zat hasil lebih rendah daripada
zat pencampur, maka bahan dipanaskan antara suhu didih zat hasil dan di bawah
suhu didih zat pencampur.
3.
Kelarutan
Suatu zat
selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat selalu
memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda.Dengan melihat kelarutan suatu zat
yang berbeda dengan zat-zat lain dalam campurannya, maka kita dapat memisahkan
zat yang diinginkan tersebut dengan menggunakan pelarut tertentu.
4.
Pengendapan
Suatu zat akan
memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu campuran atau larutan
tertentu. Zat-zat dengan berat jenis yang lebih besar daripada pelarutnya akan
segera mengendap.Jika dalam campuran mengandung lebih dari satu zat yang akan
kita inginkan, maka digunakan metode presipitasi. Metode presipitasi biasanya
dikombinasi dengan metode filtrasi.
III. Prosedur Percobaan
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
5. Cawan penguap
6. Gelas piala 150 ml
7. Gelas piala 250 ml
8. Timbangan
9. Kaca arloji
10. Bunsen
11. Bejana kromatografi
12. Kertas saring
13. Pipa kapiler
14. Gunting
15. Kaki tiga dan kasa
3.1.2
Bahan
1. NH4Cl 0,1 gram
2. NaCl 0.1 gram
3. SiO2 0,1 gram
4. Air suling
5. Butanol
6. Asam asetat
7. K2CrO4
8. BaCl2
9. Tinta hitam,biru,merah
10. Pelarut eluen
3.2 Skema Kerja
3.2.1
Pemisahan komponen dari campuran
3.2.1.1 Pemisahan
dengan cara konvensional
|
|
|
|
|
|
|
|
![]() |
|
IV. Hasil dan Pembahasan
4.1 Data HasilPengamatan
4.1.1 Pemisahan dengan Cara Konvensional
Alat + Bahan
|
Massa (gr)
|
Bobot cawan + kaca arloji + NaCl
|
94,66
|
Bobot cawan + kaca arloji + NaCl
|
94,4
|
Bobot cawan + kaca arloji
|
94,16
|
Bobot NaCl
|
0,26
|
Bobot cawan + SiO2
|
64,36
|
Bobot cawan + SiO2
|
64,02
|
Bobot SiO2
|
0,34
|
Persen bahan yang terpisahkan
4.1.2 Pemisahan dengan Kromatografi
No
|
Noda
|
Warna
|
Rf
|
1
|
Spidol hitam
|
Orange
|
0,14
|
Ungu
|
0,04
|
||
Biru tosca
|
0,19
|
||
2
|
Spidol merah
|
Orange
|
0,36
|
Kuning
|
0,31
|
||
3
|
Spidol biru
|
Ungu
|
0,26
|
Biru tua
|
0,21
|
||
Biru tosca
|
0,14
|
4.1.3 Analisis melalui Pengendapan
4.1.3.1 Persentase Hasil Barium Kromat
AlatdanBahan
|
Massa (gr)
|
Bobotgelaspiala
+ BaCl2
|
106,6567 gr
|
Bobotgelaspiala
|
105,5183 gr
|
Bobot BaCl2
|
1,1384 gr
|
Bobotkertassaring
+ endapan BaCrO4
|
1,8431 gr
|
Bobotkertassaring
|
0,8297 gr
|
Bobotendapan
BaCrO4
|
-
|
Hasilnyataendapan
BaCrO4
|
1,0134 gr
|
Perhitunganpersentasehasil
|
-
|
Persenhasil
BaCrO4
|
72%
|
4.1.3.2 Persentase
Barium Klorida dalam Campuran
AlatdanBahan
|
Massa (gr)
|
Bobotgelaspiala + campuran
|
106,6542 gr
|
Bobotgelaspiala
|
105,5183 gr
|
Bobotcampuran
|
-
|
Bobotkertassaring
|
0,8297 gr
|
Hasilnyataendapan BaCl2
|
-
|
Perhitunganpersentase BaCl2 dalamcampuran
|
-
|
Persentase BaCl2
|
-
|
4.2 Pembahasan
Pemisahan dan pencampuran adalah proses pemisahan dua zat atau lebih
yang saling bercampur serta untuk mendapatkan zat murni dari suatu zat yang
telah tercampur atau tercemar.Campuran adalah setiap contoh materi yang tidak
murni,yaitu bukan sebuah unsur atau sebuah senyawa. Susunan suatu campuran
tidak sama dengan sebuah zat, dapat bervariasi campuran dapat berupa homogen
dan heterogen. Cammpuran dapat dipisahkan melalui peristiwa fisika dan kimia.
Pemisahan secara fisika tidak mengubah zat selama pemisahan.Secara kimia, satu
komponen atau lebih direaksikan dengan zat lain sehingga dapat dipisahkan.
Campuran dapat dipisahkan menggunakan berbagai macam metode. Metode-metode
tersebut yaitu pengayakkan,penyaringan,senrifungsi,evaporasi, pemisahan campuran
dengan menggunakan magnet,sublimasi,destilasi dll.Endapan adalah padatan tak
larut yang terpisah dari laruta. Reaksi pengendapan biasanya melibatkan
senyawa-senyawa ionik.
Pada praktikum ini, praktikan melakukan pemisahan campuran dengan
beberapa metode :
A.Pemisahan dengan cara konvensional
Percobaan ini dilakukan sesuai dengan prosedur percobaan. Namun pada
percobaan ini ketersediaan bahan tidak lengkap, jadi praktikan menggunakan NaCl
0,5 gr dan SiO2 0,5 gr. Setelah semua ditmbang dicampurkan NaCl dan
SiO2 dan setelah itu diberi air. Kemudian campuran tersebut diaduk
untuk melarutkan bahan-bahan tersebut. Setelah didekantasi campuran tersebut.
Pada percobaan ini digunakan kertas saring untuk memisahkan campuran yaitu
antara endapan dengan cairan/larutan. Setelah dipisahkan antar
keduantya,kemudian masing-masing zat tersebut dipanaskan hingga tidak ada lagi
ar dan berbentuk kristal. Dan pada endapan juga dipanaskan hingga sampai
benar-benar mengkristal.
Setelah masing-masing dipanaskan dan membentuk
kristal. Praktikan baru bisa menentukan endapan. Namun,perlu diketahui terlebih
dahulu bahwa yang berbentuk larutan tersebut yaitu NaCl, karena NaCl ataupun
garam dapur ini larut didalam air. Sedangkan yang berbentuk endapan adalah SiO2,
karena SiO2 tidak larut didalam air.
Untuk mengetahui persen bahan yang terpisahkan yaitu
Seperti halnya pada NaCl bobot cawan yang digunakan yaitu 64,68 gr,
bobot kaca arloji yaitu 29,48 gr. Sedangkan sampel NaCl sebelum dipanaskan 0,5
gr. Untuk mengetahui gr zat yang terbentuk, dilakukan penimbangan setelah
pemanasan dan diperoleh hasil 94,4. Setelah mengetahui hasil penimbangan
tersebut maka praktikan dapat mencari massa zat yang terbentuk dengan cara
gr zat terbentuk = bobot awal – bobot
akhir
= 94,66 – 94,4 =0,26
gr
Kemudian baru bisa dicari % bahan yang
terpisahkan dengan cara :
Untuk percobaan ini praktikan dapat mengetahui
metode pemisahan dengan cara konvensional. Meskipun bahan yang digunakan tidak
lengkap.
B.Pemisahan dengan kromatografi
Kromatografi yaitu pemisahan zat padat dari campurannya berdasarkan
perbedaan migrasi senyawa. Percobaan ini dilakukan dengan cara menjenuhkan
bejana dan eluen, adapun eluen itu campuran butanol,asam asetat,air, dengan
perbandingan 1:1:4. Kemudian kertas saring yang telah diberi noda tersebut
digantungkpada bejana kromatografi, dengan noda harus berada diatas permukaan
pelarut. Noda yang digunakan pada percobaan ini, yaitu spidol berwarna
hitam,biru dan merah.
Setelah terjadi pemisahan diperoleh banyak warna. Adapun warna yang
diperoleh pada spidol hitam yaitu warna orange dengan jarak tempuh zat 1
cm, warna ungu dengan jarak tempuh zat
0,3 cm dan warna biru tosca dengan jarak tempuh zat yaitu 1,3 cm.
Pada spidol merah warna yang diperoleh
yaitu orange dengan jarak tempuh zat 2,5 cm dan kuning dengan jarak tempuh zat
1 cm.
Pada spidol biru diperoleh warna ungu
dengan jarak tempuh zat 1,8 cm, biru tua dengan jarak tempuh zat 1,5 cm, dan
biru tosca dengan jarak tempuh zat 1 cm.
Pada percobaan ini dilakukan untuk
mengetahui Rf. Adapun Rf tersebut merupakan perbandingan dari jarak yang
ditempuh zat dan jarak yang ditempuh pelarut.Misalnya pada spidol hitam yang
menimbulakn warna orange, untuk mengetahu Rf – nya yaitu :
Dari nilai Rf tersebutlah dapat diketahui
bahwa warna yang timbul orange.
Selain metode-metode tersebut, terdapat metode lain yaitu melalui
pengendapan. Pengendapan adalah proses pembentukan endapan yaitu padatan yang
dinyatakan tidak larut dalam air.Adapun analisis melalui pengendapan pada
percobaan ini yaitu :
A.Persentase hasil barium kromat
Percobaan ini dilakukan sesuai dengan prosedur percobaan. Jika pada
percobaan ini masih terbentuk endapan BaCrO4, tambahkan terus K2CrO4
tidak terbentuk lagi.Reaksi yang terjadi yaitu
BaCl2 + K2CrO4→ BaCrO4 + 2KCl
Setelah tidak terjadi endapan, larutan dipanaskan sampai mendidih.
Setelah mendidih larutan disaring menggunakan kertas saring terlebih dahulu.
Kemudian endapan yang tersaring tersebut dikeringkan dengan cara dibakar diatas
bunsen atau menggunakan pemanasan-pemanasan dibawah sinar matahari.Pada
percobaan ini, praktikan menggunakan pemanasan dibawah sinar matahari untuk
mengeringkannya.Kemudian dicatat bobotnya. Dari hasil percobaan diperoleh
persen hasil BaCrO4.Adapun cara mencarinya menggunakan rumus
Diketahui
: bobot BaCl2 = 1,1384gr
bobot
endapan BaCrO4= 1,0134 gr
Ditanya :
% hasil ?
Jawab :
BaCl2
+ K2CrO4→ BaCrO4 + 2KCl
massa BaCrO4 = mol x Mr
= 
= 1,4094 gr
Dari hasil percobaan ini, diharapkan praktikan dapat memahami. Adapun
kesalah praktikan saat percobaan ini yaitu terlalu banyak penambahan K2CrO4
yang menyebabkan endapan terbentuk pada percobaan ini tidak seperti yang
diharapkan.
Ada banyak lagi metode-metode dalam pemisahan komponen campuran. Dan
penyebab terjadinya perbedaan hasil penimbangan dengan hasil praktek dapat
disebabkan karena kurang telitinya praktikan.
V. Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
1. Untuk memisahkan komponen dari campuran
dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu sublimasi, ektraksi, dekantasi,
kristalisasi dan kromatografi.Pada percobaan ini dilakukan menggunakan metode
dekantasi yaitu pemisahan cairan dari padatannya dengan menggunakan prinsip
menuangkan secara perlahan
Kromatografiyaitupemisahan zat padat dari
campurannya berdasarkan migrasi
2. Suatu zat akan mengendap apabila hasil
kali larutan ion-ionnya lebih besar daripada harga Ksp
3. Persentase hasil suatu zat dapat
ditentukan dengan rumus
4. Pada percobaan ini, diperlukan suatu
teknik menyaring dan memindahkan suatu endapan.
5. Setelah terjadi pemisahan diperoleh
banyak warna. Adapun warna yang diperoleh pada spidol hitam yaitu warna orange
dengan jarak tempuh zat 1 cm, warna ungu
dengan jarak tempuh zat 0,3 cm dan warna biru tosca dengan jarak tempuh zat
yaitu 1,3 cm.
Pada spidol merah warna yang diperoleh
yaitu orange dengan jarak tempuh zat 2,5 cm dan kuning dengan jarak tempuh zat
1 cm.
Pada spidol biru diperoleh warna ungu
dengan jarak tempuh zat 1,8 cm, biru tua dengan jarak tempuh zat 1,5 cm, dan
biru tosca dengan jarak tempuh zat 1 cm.
5.2 Saran
Dalam melakukan praktikum ini, praktikan diharapkan untuk mengetahui
prosedur prcobaan, hati-hati dalam melakukan suatu percobaan. Dan untuk
praktikum selanjutnya diharapkan bahan yang tersedia lengkap, agar percobaan
dapat dilakukan sesuai yang diharapkan.
Chang, Raymond. 2004. Kimia
Dasar Konsep-konsep Inti. Jakarta:Erlangga.
Hendayana, Sumar. 2006. Kimia
Pemisahan. Bandung:Rasda.
Harale, Parning. 2005. Kimia. Jakarta:Yudhistira.
Sunarya,Yayan. 2010. Kimia
Dasar 1. Bandung:Yrama
Widya.
Syukri.1999. Kimia
Dasar 1. Bandung:ITB.
Perhitungan
1.
Pemisahan dengan Cara Konvensional
Diketahui : bobot sampel NaCl =
0,5 gr
bobot cawan +
kaca arloji + NaCl (sebelum) = 94,66 gr
bobot cawan +
kaca arloji + NaCl (sesudah) = 94,4 gr
Ditanya : % bahan yang terpisahkan
Jawab :
Bobot NaCl = (bobot cawan + kaca arloji + NaCl sebelum) –
(bobot cawan + kaca arloji + NaCl sesudah)
Bobot NaCl = 94,66 – 94,4 = 0,26 gr
Diketahui : bobot sampel SiO2 =
0,5 gr
bobot cawan + SiO2 (sebelum)=
64,36 gr
bobot cawan + SiO2 (sesudah)=
64,02 gr
Ditanya : % bahan yang terpisahkan
Jawab :
Bobot SiO2= (bobot cawan + SiO2 sebelum)
– (bobot cawan + SiO2 sesudah)
Bobot SiO2 = 64,36 – 64,02 = 0,34 gr
2. Pemisahan dengan kromatografi
a. Spidol Hitam
Diketahui : Jarak yang ditempuh =
7 cm
Jarak yang
ditempuh zat (orange) = 1 cm
Jarak yang ditempuh zat (ungu) =
0,3 cm
Jarak yang ditempuh zat (biru tosca) = 1,3 cm
Ditanya : Rf..........?
Jawab
b. Spidol Merah
Diketahui : Jarak yang ditempuh =
7 cm
Jarak yang
ditempuh zat (orange) = 2,5 cm
Jarak yang ditempuh zat (kuning) =
2,2 cm
Ditanya : Rf..........?
Jawab
c. Spidol
Biru
Diketahui : Jarak yang ditempuh =
7 cm
Jarak yang
ditempuh zat (ungu) = 1,8 cm
Jarak yang ditempuh zat (biru tua) =
1,5 cm
Jarak yang ditempuh zat (biru tosca) = 1 cm
Ditanya : Rf..........?
Jawab
3. Persentase Hasil Barium Kromat
Diketahui : bobot BaCl2 =
1,1384gr
bobot
endapan BaCrO4= 1,0134 gr
Ditanya : % hasil ?
Jawab :
BaCl2 + K2CrO4→
BaCrO4 + 2KCl
massa BaCrO4 = mol x Mr
= 
=
1,4094 gr
Pertayaan
prapraktek
1) Apa yang dimaksud dengan
pemisahan komponen dari campuran?
Jawab: Pemisahan komponen dari
campuran adalah memisahkan komponen yang menyusun suatu campuran (zat terlarut) dengan
pelarutnya (dapat berupa zat padat, cair dan gas)
2) Sebutkan cara-cara pemisahan yang
anda ketahui dan jelaskan prinsipnya?
Jawab:
-
Sublimasi
adalah pemisahan padatan dari campuran berbentuk padatan dengan cara penguapan.
-
Ekstrasi adalah
proses pemisahan komponen zat dari suatu campuran berdasarkan perbedaan
kelarutan.
-
Dekantasi
adalah proses pemisahan cairan dari padatannya dengan menuangkan
larutanperlahan – lahan).
-
Kristalisasi
adalah proses pemisahan cairan dari padatannya berdasarkan kelarutan.
-
Kromatografi
adalah pemisahan zat padat dari campurannya berdasarkan perbedaan migrasi seyawa.
-
Destilasi
adalah cara pemisahan pada campuran zat-zat yang didasarkan pada per bedaan
titik didihnya.
3) Apakah yang disebut Rf dan apa
peranannya dalam proses pemisahan?
Jawab: Rf merupakan perbandingan
dari jarak yang ditempuh zat dan jarak yang ditempuh pelarut. Rf digunakan
untuk keperluan identifikasi, noda-noda sering ditentukan coraknya dengan harga
Rf.
4) Berikan definisi untuk: flitral,
%komposisi, endapan, stoikiometri, supernatan dan hasil teortitis!
Jawab:
-
Flitral adalah
zat hasil filtrasi (penyaringan) dari suatu campuran
-
%komposisi
adalah persentase setiap unsur dalam senyawa.
-
Endapan adalah
komponen yang tidak larut dan biasanya terdapat pada bagian bawsah suatu
campuran.
-
Stoikiometri
adalah kajian tentang pengukuran partikel-partikel/ unsur-unsur yang terdapat
dalam senyawa dalam reaksi kimia.
-
Supernatan
adalah perlahan-lahan (hati-hati)
-
Hasil teoritis
adalah banyaknya produk yang diperoleh dari reaksi yang berlangsung sempurna.
5) Bagaimana menguji apakah endapan
telah sempurna?
Jawab: Dengan
memasukkan beberapa tetes larutan yang kita ujikan/reaksikan sehingga tidak
lagi terlihat pengendapan.
6) Masalah apa yang terjadi jika
endapan yang tejadi tidak sempurna?
Jawab: Jika
endapan yang terjadi tidak sempurna, maka sebagian bobot yang seharusnyan
Mengendap terpaksa harus menguap karena masih menyatu dengan bagian Larutan
yang paling atas.
7) Apakah yang anda larutan jika
partikel endapan kelihatan dalam filtrat?
Apakah sumber
utama dari kesalahan percobaan tersebut?
Jawab: Apabila partikel endapan
kelihatan dalam filtrat maka harus dilakukanpenyaringan kembali sampai tidak
ada lagi partikel dalam filtrat. Sedangkan sumber utama dari kesalahan tersebut
adalah kertas saring yang digunakan tidaksesuai atau praktikan yang kurang
teliti dalam menyaring.
Pertanyaan Pasca Praktek
1. a. Bagaimana cara anda memisahkan NiCO3
dari Na2CO3?
Jawaban: dengan memasukkan Na2CO3
ke dalam air aduk hingga homogen dan nantinya akanterbentuk endapn. Endapan
tersebut adalah NiCO3. Campuran tersebut kemudian didekantasi
sebagai tidak ada lagi Na2CO3 yang tertinggal dalam
endapan NiCO3.
b.
Bagaimana cara anda memisahkan
AgCl dari BaCl2?
Jawaban: dengan cara memasukkan campuran kedalam air, setelah itu
campuran diekstraksi untuk mendapatkan AgCl.
c.
Bagaimana cara anda memisahkan TeO2 dari SiO2?
Jawaban: dengan cara memasukkan
campuran ke dalam air, lalu ditambahkan O2+ dalamcampuran sebagai
akibat ion sejenis akan memperkecil kelarutan dan dipisahkan dengan cara dekantasi.
2. Apakah ada cara pemisahan selain yang disebutkan dalam percobaan
ini?
Jawaban: ada, yaitu filtrasi,
sentrifungsi, destilasi, sedimentasi, evaporasi, eksraksi zat cair dan
destilasi bertingkat.
3. Mengapa contoh NaCl perlu ditutup
selama pemanasan?
Jawaban: karena pada saat pemanasan,
terdapat uap yang keluar, sehingga apabila tidak ditutup akan mempengaruhi
berat contoh NaCl.
4. Apa kekurangan dan kelebihan cara
kromatografi sebagai alat analisis?
Jawaban: Kelebihannya yaitu dapat
memisahkan campuran secara kompleks, bahan yang digunakan sedikit atau tidak
terlalu rumit dan dapt mengetahui dengan mudah warna penyusun menggunakan
noda.sedangkan kekurangannya yaitu prosesnya lama dan sukar menambahkan warna
yang tampak pada noda tinta.
Evaluasi.
1.
Contoh
magnesium klorida sebanyak 0,552gr dilarutkan dalam air dan diendapkan denga
larutanperak nitrat. Jika endapan perak klorida bobotnya 1,631gr, berapa
persentase hasil?MgCl2 + 2AgNO3→ 2AgCl + Mg(NO3)2
Jawaban:
Diket : massa MgCl2= 0,552gr
Massa endapan AgCl =1,631gr
Ditanya : % AgCl?
massa AgCl = mol x Mr
=
=
1,66344 gr
Massa
= 0,007 x 100 =0,7
gr
dihitung persen
hasil
Reaksi kimia
adalah proses perubahan kimia anatara zat-zat pereaksi (reaktan) yang berubah
menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia, suatu zat berubah
menjadi satu atau lebih zat lain, yang jenisnya baru. Untuk memudahkan
mempelajari materi reaksi kimia terlebih dahulu harus memahami bagaimana
penulisan reaksi kimia. Contoh : untuk menuliskan reaksi kimia yang terjadi
ketika bongkahan batu kapur yang dimasukkan ke dalam air kemudian air menjadi
panas. Persaman reaksi : CaO(s) + H₂O(l) → Ca(OH)₂(aq)(Diana Barsasella, 2012 :
3-4).
Menurut Raymond
Chang(2004 : 71) secara umum kita dapat menyetarakan persamaan kimia molekul
beberapa tahap sebagai berikut.
III. Prosedur Percobaan
1. Magnesium
2. Kristal
CuSO₄.
5H₂O
3. Larutan
AgNO₃
0,01 M
4. Serbuk
Cu
5. Larutan
HCl 0,1 M dan 6 M
6. Serbuk
Mg
7. Larutan
Hg(NO₃)₂
0,1 M
8. Larutan
Al(NO₃)₃
0,1 M
9. Larutan
Kalium Iodida 0,1 M
10. Larutan
Na₃PO₄
1 M
11. Larutan
H₂SO₄
0,1 M dan 1 M
12. Larutan
H₃PO₄
0,1 M
13. Indikator
fenolftalein
14. Larutan
NaOH 0,1 M dan 10 M
15. Larutan
KMnO₄
0,1 M
16. Larutan
Na₂C₂O₄
0,1 M
17. Larutan
NaHSO₃
0,1 M
18. Kristal
KMnO₄
19. CuSO₄
0,5 M
20. Logam
Zn
21. Larutan
ZnSO₄
0,5 M
22. Larutan
Pb(NO₃)₂
0,5 M
23. Larutan
NaNO₃
0,5 M
24. Larutan
H₂O₂
0,1 M
25. Larutan
kanji
26. Larutan
FeCl₃
3.2.1
Reaksi Penggabungan
|
|
3.2.2 Reaksi
Peguraian
|
|
|
3.2.3
Reaksi Penggantian Tunggal
|
Diisi ke seluruh
tabung reaksi sebanyak 1 ml
|
![]() |
|
|
3.2.4
Reaksi Penggantian Rangkap
![]() |
![]() |
![]() |
|
|
3.2.5
Reaksi Netralisasi
![]() |
|
Ditambahkan 1 tetes ke
masing-masing tabung reaksi
|
3.2.6 Reaksi Redoks Serta Perubahan Warna
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
3.2.7 Beberapa Reaksi Redoks
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
IV. Hasil dan
Pembahasan
4.1 Hasil
Persamaan
Reaksi
|
Bukti
Terjadi Reaksi
|
A.
Reaksi
Penggabungan
2Mg + O₂ → 2MgO
|
Warna Mg
menjadi pudar kecokelatan.
|
B.
Reaksi
Penguraian
CuSO₄. 5H₂O → CuSO₄ + 5H₂O
|
Molekul H₂O
menguap/terurai sehingga tabung reaksi terdapat gelembung-gelembung uap air.
CuSO₄. 5H₂O yang berwarna
biru menjadi putih pucat, setelah dipanaskan dengan bunsen.
|
C.
Reaksi
Penggantian Tunggal
1. Cu + 2AgNO₃ → Cu(NO₃)₂ + 2Ag
2. Mg + 2HCl → MgCl₂ + H₂
|
1.
Cu dan
larutan AgNO₃ tidak
menyatu.
2.
Serbuk
Mg mengendap dan timbul gelembung gas.
|
D.
Reaksi
Penggantian Rangkap
1. AgNO₃ + KI → KNO₃ + AgI
2. Hg(NO₃)₂ + 2KI → 2KNO₃ + AgI
3. Al(NO₃)₃ + 3KI → 3KNO₃ + AlI₃
4. 3AgNO₃ + Na₃PO₄ → Ag₃PO₄ +
3NaNO₃
5. 3Hg(NO₃)₂ + 2Na₃PO₄ → Hg₃(PO₄)₂ +
6NaNO₃
6. Al(NO₃)₃ + Na₃PO₄ → AlPO₄ +
3NaNO₃
|
1.
Berubah
warna menjadi keruh pucat.
2.
Terdapat
lempengan berwarna orange diantara larutan Hg(NO₃)₂.
3.
Berubah
warna jadi putih/kuning transparan.
4.
Berubah
warna menjadi keruh.
5.
Terbentuk
lempengan kuning diatas dan endapan keruh.
6.
Berubah
warna menjadi putih.
|
E.
Reaksi
Netralisasi
1. HNO₃ + NaOH → NaNO₃ + H₂O
2. H₂SO₄ +
2NaOH → Na₂SO₄ + 2H₂O
3. H₃PO₄ +
2NaOH → Na₃PO₄ + 3H₂O
|
1.
HNO₃ yang
berwarna bening, berubah menjadi warna ungu muda, setelah diberi 22 tetes
NaOH.
2.
H₂SO₄
berwarna bening, berubah menjadi warna ungu muda, setelah diberi 42 tetes
NaOH.
3.
H₃PO₄
berwarna bening, berunag menjadi wanrna ungu muda, setelah diberi 20 tetes
NaOH.
|
F.
Reaksi
Redoks
1. 3Na₂C₂O₄ + KMnO₄ → MnC₂O₄ + K₂C₂O₄ + 2CO₂ + 2H₂O
2. NaHSO₄ + KMnO₄ → MnSO₄ + K₂SO₄ + Na₂SO₄ + H₂O
3. HCl + KMnO₄ → KCl + HMnO₄
|
1.
H₂SO₄ + KMnO₄
berwarna ungu setelah ditambahkan Na₂C₂O₄ 35
tetes berubah menjadi warna bening
2.
NaHSO₄+ KMnO₄ saat
ditetesi KMnO₄ warna hitam keunguan tidak bersatu dengan larutan NaHSO₄/diatasnya
setelah dikocok warna berubah bening dan terdapat endapan berwarna cokelat.
3.
HCl +
KMnO₄
menimbulkan bau menyengat, mengeluarkan uap air, dan berubah menjadi ungu
pekat, dibawah terdapat endapan cokelat, volumenya semakin berkurang.
|
Pada
percobaan kali ini akan diamati apa saja reaksi-reaksi kimia dan tanda-tanda
terjadinya reaksi. Reaksi-reaksi kimia terdiri dari reaksi penggabungan, reaksi
penguraian, reaksi penggantian tunggal, reaksi penggantian rangkap, reaksi
netralisasi, dan reaksi redoks.
Untuk reaksi penggabungan
pengamatan dilakukan dengan menggunakan bahan Mg, seujung sudip Mg dimasukkan
kedalam krus dan dibakar pada nyala Bunsen, hasil yang terjadi adalah warna Mg
menjadi pudar kecokelatan seharusnya setelah dibakar di dalam krus pada nyala
Bunsen zat tersebut memancarkan cahaya. Hal ini dinakaman reaksi penggabungan
karena pada saat Mg dibakar pada nyala Bunsen, Mg bereaksi dengan O₂
disekitar. Sehingga, zat tersebut memancarkan cahaya. Karena reaksi
penggabungan 2Mg + O₂
→ 2MgO maksudnya didalam reaksi penggabungan dua komponen reaktan berkombinasi
atau bekerja sama untuk membentuk suatu produk. Pada percobaaan ini praktikan
tidak mendapatkan hasil bahwa zat memancarkan cahaya. Hal ini dikarenakan
kesalahan prosedur yang dilakukan oleh praktikan.
Untuk
reaksi penguraian, pengamatan dilakukan dengan menggunakan bahan CuSO₄.5H₂O,
seujung sudip kristal CuSO₄.5H₂O
dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian dipanaskan dengan Bunsen. Hasil yang
didapat oleh praktikan adalah molekul H₂O
menguap sehingga terdapat gelembung-gelembung uap air. Kristal CuSO₄.5H₂O
yang berwarna biru muda menjadi larut dan terbentuk kristal putih. Karena
reaksi penguraian adalah satu komponen reaktan memisahkan atau terpisah kedalam
dua atau lebih produk, reaksi yang trjadi adalah CuSO₄.5H₂O(s)
→ CuSO₄(s)
+ 5H₂O(aq)
Untuk
reaksi penggantian tunggal pengamatan dilakukan dengan menggunakan bahan
Cu,AgNO₃,Mg, dan HCl.
Pada reaksi pertama digunakan Cu dan AgNO₃.
Sebuah tabung reaksi diisi dengan 1 ml larutan AgNO₃
0,01 M dan kira-kira 0,1 gr serbuk Cu dimasukkan setelah tebung reaksi diisi
dengan larutan AgNO₃
0,01 M, hasil yang didapat oleh praktikan serbuk Cu tidak melarut atau
bercampur dengan larutan AgNO₃
0,01 M. Untuk reaksi yang kedua digunakan Mg dan HCl 0,1 M dan dimasukkan
kira-kira 0,1 gr serbuk Mg. Hasil yang didapat praktikan adalah serbuk Mg
mengendap dan timbul gelembung gas, terjadi juga perubahan suhu dan warna
larutan bening, ini merupakan suatu tanda terjadinya reaksi. Hal ini dinamakan
reaksi penggantian tunggal, karena reaksi penggantian tunggal adalah suatu
unsur bereaksi dengan suatu campuran sedemikian sehingga unsur menggantikan
salah satu dari unsur-unsur yang ada didalam campuran. Reaksi yang terjadi pada
percobaan ini adalah :
1.
Cu(s) + 2AgNO₃(aq)
→ Cu(NO₃)₂(s)
+ 2Ag(aq)
2.
Mg(s) + 2HCl(aq) → MgCl₂(s)
+ H₂(g)
Untuk
reaksi penggantian rangkap dilakukan empat kali percobaan. Pertama digunakan
bahan AgNO₃ dan KI. Diisi
tabung reaksi I dengan 1 ml larutan AgNO₃
0,01 M dan tambahkan 1 ml KI 0,1 M, setelah ditambahkan KI yang terjadi adalah
perubahan warna menjadi keruh pucat. Kedua digunakan bahan Hg(NO₃)₂
dan KI. Diisi tabung reaksi II dengan 1 ml larutan Hg(NO₃)₂
0,1 M dan ditambahkan 1 ml KI, setelah ditambahkan KI yang terjadi adalah
perubahan warna dari bening menjadi orange lalu berubah menjadi bening yang
berupa lempengan. Ketiga digunakan bahan Al(NO₃)₃
dan KI. Diisi tabung reaksi ke III dengan 1 ml Al(NO₃)₃
0,1 M dan ditambahkan 1 ml KI, setelah ditambahkan KI yang terjadi adalah
perubahan warna dari bening menjadi putih/kuning transparan. Keempat digunakan
bahan AgNO₃ dan Na₃PO₄.
Tabung reaksi IV diisi dengan 1 ml AgNO₃
0,1 M dan ditambahkan 1 ml larutan Na₃PO₄
0,1 M kemudian setelah ditambahkan yang terjadi adalah perubahan warna dari
bening menjadi krem keruh. Kelima digunakan bahan Hg(NO₃)₂
dan Na₃PO₄.
Tabung reaksi V diisi dengan 1 ml Hg(NO₃)₂
0,1 M dan ditambahkan 1 ml larutan Na₃PO₄
0,1 M kemudian setelah ditambahkan yang terjadi adalah perunahan warna dari
warna bening menjadi putih kekuning-kuningan dan terbentuk lempengan. Keenam
digunakan bahan Al(NO₃)₃
dan Na₃PO₄.
Tabung reaksi VI diisi dengan 1 ml Al(NO₃)₃
0,1 M dan ditambahkan 1 ml larutan Na₃PO₄
0,1 M kemudian setelah ditambahkan yang terjadi adalah perubahan warna dari
bening menjadi putih. Karena pada saat pencampuran zat terjadi perubahan warna
dan adanya endapan merupakan salah satu tanda terjadinya reaksi dan juga
berarti terdapat penggantian campuran. Hal ini disebut reaksi penggantian
rangkap yaitu dimana reaksi dimana terjadi pertukaran senyawa. Reaksi yang
terjadi pada percobaan ini adalah :
1.
AgNO₃(aq)
+ KI(aq) → KNO₃(aq) + AgI(aq)
2.
Hg(NO₃)₂(aq) + 2KI(aq)
→ 2KNO₃(aq) + AgI(aq)
3.
Al(NO₃)₃(aq) + 3KI(aq)
→ 3KNO₃(aq) + AlI₃(aq)
4.
3AgNO₃(aq) + Na₃PO₄(aq) → Ag₃PO₄(aq) + 3NaNO₃(aq)
5.
3Hg(NO₃)₂(aq) + 2Na₃PO₄(aq) → Hg₃(PO₄)₂(s)
+ 6NaNO₃(aq)
6.
Al(NO₃)₃(aq) + Na₃PO₄(aq) → AlPO₄(s)
+ 3NaNO₃(aq)
Untuk
reaksi netralisasi dilakukan 3 percobaan. Tabung reaksi I diisi dengan 1 ml
larutan HNO₃
0,01 M ditambahkan 1 tetes fenol ftalein ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M
kemudian setelah HNO₃
direaksikan dengan PP warna larutan bening, dan setelah ditetesi dengan NaOH
sebanyak 22 tetes, warna berubah menjadi ungu muda. Dan tabung reaksi II diisi
dengan 1 ml H₂SO₄
0,01 M dan ditambahkan 1 tetes indikator fenol ftalein. Kemudian ditetesi
dengan larutan NaOH 0,1 M, kemudian setelah H₂SO₄
direaksikan dengan PP warna larutan bening dan setelah ditetesi dengan NaOH 42
tetes larutan berubah warna menjadi ungu muda. Dan tabung reaksi III diisi
dengan 1 ml H₃PO₄
0,01 M dan ditambahkan 1 tetes indikator fenol ftalein , kemudian ditetesi
dengan larutan NaOH 0,1 M. Kemudian setelah H₃PO₄,
direaksikan dengan PP warna larutan bening dan setelah ditetesi dengan NaOH
sebanyak 20 tetes terjadi perubahan warna menjadi ungu muda. Karena pada saat
pencampuran zat, hasil reaksinya terdapat H₂O.
Hal tersebut dikatakan reaksi netralisasi, karena reaski netralisasi adalah
jenis khusus dari reaksi penggantian rangkap, dengan satu kation hidrogen dan
satu anion hidroksida. Pada percobaan ini reaksi yang terjadi :
1.
HNO₃(aq) + NaOH(aq)
→ NaNO₃(aq) + H₂O(aq)
2.
H₂SO₄(aq) + 2NaOH(aq)
→ Na₂SO₄(aq)
+ 2H₂O(aq)
3.
H₃PO₄(aq) + 2NaOH(aq)
→ Na₃PO₄(aq) + 3H₂O(aq)
Untuk
reaksi redoks dilakukan 3 kali percobaan. Tabung reaksi I diisi dengan 0,5 ml
larutan H₂SO₄
6 M dan 0,5 ml larutan KMnO₄
0,1 M. Kemudian larutan tersebut ditetesi dengan larutan Na₂C₂O₄
0,1 M. Setelah larutan ditetesi Na₂C₂O₄
sebanyak 35 tetes larutan menjadi bening. Dan tabung reaksi II diisi dengan 3
ml larutan NaHSO₄
0,1 M dan 1 ml larutan NaOH 10 M sambil
dikocok sehingga larutan berwarna ungu, kemudian larutan tersebut ditetesi dengan
larutan KMnO₄ 0,1 M sehingga
larutan bening terpisah (menjadi bening kembali). Dengan meggunakan 20 tetes
KMnO₄ dan tabung
reaksi III diisi dengan 1 ml HCl 6 M dan kira-kira 1 gr KMnO₄
larutan menjadi ungu pekat setelah 20 tetes KMnO₄,
karena pada hasil reaksi dimana atom-atom tertentu mengalami perubahan bilangan
oksidasi, setelah dipanaskan timbul bau menyengat, mengeluarkan uap air,
dibawah terdapat endapan cokelat, dan volumenya berkurang. Hal ini dikatakan
reaksi redoks karena suatu redoks adalah reaksi dimana atom-atom tertentu
mengalami perubahan biloks. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah :
1.
3Na₂C₂O₄(aq) + KMnO₄(aq) → MnC₂O₄(aq) + K₂C₂O₄(aq) + 2CO₂(aq)
+ 2H₂O(aq)
2.
NaHSO₄(aq) + KMnO₄(aq) → MnSO₄
(aq) + K₂SO₄(aq) + Na₂SO₄(aq)
+ H₂O(aq)
Barsasella,Diana. 2012. Buku Wajib Kimia Dasar. Jakarta
: Trans Info Media.
Chang,Raymond. 2010. Fisika Kimia. Bandung
: Yudhistira.
Dogra. 2005. Kimia Fisika. Jakarta
: Universitas Indonesia.
Riswujanto. 2010. Fisika Kimia. Bandung
: Yudhistira.
Sunarya,Yayan. 2012. Kimia Dasar 1. Bandung :
Yrama Widya.
Pertanyaan
prapraktek
1.
Memberikan
definisi dari istilah-istilah berikut;katalis, deret
elektromotif, reaksieksotermik, endapan, produk, dan pereaksi.
Jawab:
1.
Katalis adalah
suatu zat yang dapat mempercepat jalannya laju reaksi.
-
Deret
elektromagnetik adalah suatu deret yang
menyatakan susunan unsur-unsur berdasarkan kemampuan mereduksi dari yang
paling kuat sampai yang lemah.
-
Reaksi
eksotermik adalah reaksi yang melepaskan kalor (energi panas) dari sistem ke
lingkungan.
-
Endapan adalah
komponen campuran yang tidak ikut larut dan biasanya terdapat di bagian bawah
larutan.
-
Produk adalah
zat hasil reaksi kimia.
-
Pereaksi adalah
zat-zat yang mengalami reaksi.
2.
Terangkan arti
lambang-lambang berikut: ∆, WR, (s), (l), (g) dan (aq)
Jawab:
- ∆ : perubahan
- WR : energi rata-rata dalam reaksi kimia
- (s) : zat dalam bentuk
solid(padat)
- (l) : zat dalam bentuk
liquid(cair)
- (g) : zat dalam bentuk gas
- (aq): zat dalam bentuk aquos
3.
Berapa
kira-kira volume dalam tabung reaksi yang berisi sepersepuluh bagian?
Jawab: Misalkan volume tabung reaksi adalah
250 ml
4.
Apakah warna
indikator PP dalam larutan asam?
Jawab: tidak berwarna
5.
Hitung massa
atom Cu dari sebagai berikut:
-
Bobot cawan
penguap + logam M yang tidak diketahui = 45,82gr
-
Bobot cawan
penguap = 45,361gr
-
Bobot cawan
penguap + logam Cu = 45,781gr
Jawab : Massa atom Cu = ( bobot
cawan penguap + logam Cu) – (bobot
cawan penguap)
= (
45,781 – 45,361) gr
= 0,42 gr
6.
Jelaskan apa
yang dimaksud dengan oksidasi dan reduksi?
Jawab:
-
Oksidasi adalah
peristiwa pelepasan elektron, akibatnya
bilangan oksidasi bertambah.
-
Reduksi adalah
peristiwa penangkapan elektron, akibatnya bilangan oksidasi berkurang.
7.
Jelaskan apa
yang dimaksud dengan oksidator dan reduktor.
Jawab:
-
Oksidator
adalah zat yang mengalami reduksi (penurunan biloks) dan menangkap elektron.
-
Reduktor adalah
zat yang mengalami oksidasi (kenaikan biloks) dan melepaskan elektron.
Pertanyaan
Pascapraktek
1.Identifikasi zat-zat berikut ini. Lihat kembali hasil pengamatan Anda
a)
Asap putih (A.1)
MgO (Reaksi penggabungan)
b)
Cairan tak berwarna (B.1)
H₂O (Reaksi penguraian)
c)
Gas yang dapat memadamkan api (B.2)
CuSO₄ (Reaksi
penguraian)
d)
Padatan kelabu (C.1)
Cu (Reaksi penggantian tunggal)
e)
Gas yang tak berwarna (C.2)
H₂ (Reaksi
penggantian tunggal)
f)
Endapan jingga (D.2)
NaNO₃ (Reaksi
penggantian rangkap)
g)
Yang mengubah warna indikator (E.1)
NaOH (Reaksi netralisasi)
2.Buatlah persamaan reaksinya
a) Tembaga
logam + oksigen
tembaga (II) oksida
2Cu +
O2
2CuO
b) Merkuri (II)
nitrat + kalium bromide
merkuri (I) bromide + kalium nitrat
Hg(NO3)2 + 2KBr
HgBr₂ + 2KNO3
3.Lengkapi persamaan reaksi berikut. Bila tidak ada reaksi, tulis TR.
a)
Hg + Fe(NO3)₃ → TR
b)
Zn + Ni(OH)2 → Zn(OH)2 + Ni
c)
Pb(NO3)2 +K2CrO4 → TR
d)
Zn(HCO₃)₂ → Zn²⁺ + HCO₃²ˉ

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar