10 April 2016

Laporan Kimia dasar

PERCOBAAAN VII

1.      Memisahkan campuran dengan cara sublimasi, ekstraksi, dekantasi, kristalasi dan kromatografi.
2.      Mengendapkan barium klorida dan menentukan persentase hasildari barium kromat.
3.      Menentukan persentase barium klorida dari campuran.
4.      Mendalami dan menggunakan hukum stoikiometri dalam reaksi kimia.
5.      Mengembangkan keterampilan menyaring dan memindahkan endapan.

             Kebanyakan materi yang tedapat dibumi ini tidak murni,tetapi berupa campuran dari beberapa komponen. Contohnya,tanah terdiri dari berbagai senyawa dan unsur baik dalam wujud padat,cair,gas.
Untuk memperoleh zat murni kita harus memisahkannya dari campurannya. Campuran dapat dipisahkan melalui peristiwa fisika atau kimia, satu komponen atau lebih direaksikan dengan zat lain sehingga dapat dipisahkan. Cara atau teknik pemisahan campuran pada jenis, wujud dan sifat komponen yang terkandung didalamnya. Jika komponen berwujud padat dan cair, misalnya pasir dan air, dapat dipisahkan dengan saringan. Saringan bermacam-macam, mulai dari porinya yang besar sampai yang sangat halus, contihnya kertas saring dan selaput semipermeabel. Kertas saring dipakai unuk memisahkan endapan atau padatan dari pelarutnya.Campuran homogen, seperti alkohol dalam air, tidak dapat dipisahkan dengan saringan,karena partikelnya lolos dalam pori-pori kertas saring dan selaput semipermeabel. Campuran seperti itu dapat dipisahkan dengan cara fisika yaitu destilasi,rekristalisasi,ekstraksi,kromatografi (Syukri,1999:15).
       Suatu materi yang tersusun atas dua atau lebih zat dengan komposisi tidak tetap dan masih memiliki sifat-sifat zat asalnya dinamakan campuran. Campurandapat digolongkan kedalam campuran serbaneka (heterogen) dan campuran serbasama (homogen).
       Suatu materi dikatakan campuran serbaneka jika materi tesebut memiliki komponen penyusun yang dapat dibedakan, dan sifat masing- masing komponen masih tampak. Suatu materi campuran sikatakan serbasama apabila keseluruhan materi penyusun cmpuran itu tidak dapat dibedakan satu dengan yang lainnya,tetapi sifat masing- masing komponen masih tampak(Sunarya,2010:15-17).
Menurut Sunarya Terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan untuk memisahkan campuran secara fisik diantaranya adalah
-          Penyaringan : Teknik ini biasanya digunakan untuk memisahkan campuran padat-cair. Dalam reaksi kimia yang menghasilkan endapan padatan yang dihasilkan dapat dipisahkan dari cairannya menggunakan teknik penyaringan. Dalam penyaringan, zat yang lolos saringan dinamakan filtrat dan yang tersaring dinamakan residu.
-          Rekristalisasi : Teknik ini biasa digunakan untuk memperoleh kristal murni yang tercampur dengan pengotornya.
-          Distilasi : Teknik ini biasanya digunakan untuk memisahkan campuran dalam bentuk cair, seperti air laut, yang merupakan campuran garam-garam yang terlarut dalam air. Prinsip distilasi didasarkan pada perbedaan titik didih komponen penyusun campuran.
-          Kromatografi : Dalam industri,teknik kromatografi ini digunakan. Teknik kromatografi ini,gagasannya sederhan tetapi caranya beragam, metoda ini dapat diterapkan untuk berbagai senyawa. Hampir setiap campuran mulai dari ukuran molekul kecil sampai besar dapt dipisahkan,berdasarkan sifat komponen campuran. Sifat utama yang terlibat yaitu : kelarutan, penyerapan atau adsorpsi, dan keatsirian atau kemudahan menguap.
Menurut Harale (2003:94) Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu
-          Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu tahap. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana.
-          Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja, diantaranya penambahan bahan tertentu,pengaturan proses mekanik alat, dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan.
                                                                                                                                                                                            
       Salah satu reaksi yang umumnya berlangsung daam larutan berair adalah reaksi pengendapan yang cirinya adalah terbentuknya produk yang tak larut,atau endapan.Endapan adalah padatan tak larut yang terpisah dari larutan. Reaksi pengendapan biasanya melibatkan senyawa-senyawa ionik. Misalnya ketika larutan timbal nitrat (Pb(NO3)2) ditambahkan kedalam larutan natrium iodida (NaI), akan terbentuk endapan kuning timbal iodida (PbI2).
      Pb(NO3)2(aq) + 2 NaI(aq)                 PbI2(s) + 2NaNO3(aq)
Natrium nitrat tertinggal dalam larutan.
       Apakah endapan akan terbentuk ketika dua larutan dicampurkan atau ketika satu senyawa ditambahkan ke dalam satu larutan ?
Hal itu bergantung pada kelarutan dari zat terlarut,yaitu jumlah maksimum zat telarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu palarut dalam suhu tertentu. Dalam konteks kualitatif,ahli kimia membagi zat-zat sebagai dapat larut, sedikit larut, atau tak dapat larut (Chang,2004:92-93)
           Menurut Hendayana (2006:12)Suatu zat dapat dipisahkan dari campurannya karena mempunyai perbedaan sifat. Hal ini dinamakan dasar pemisahan. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut :
1.       Ukuran partikel
Bila ukuran partikel zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat pencampur) dapat dipisahkan dengan metode filtrasi (penyaringan). Jika partikel zat hasil lebih kecil daripada zat pencampurnya, maka dapat dipilih penyaring atau media berpori yang sesuai dengan ukuran partikel zat yang diinginkan. Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan zat pencampurnya akan terhalang.
2.      Titik didih
Bila antara zat hasil dan zat pencampur memiliki titik didih yang jauh berbeda dapat dipishkan dengan metode destilasi. Apabila titik didih zat hasil lebih rendah daripada zat pencampur, maka bahan dipanaskan antara suhu didih zat hasil dan di bawah suhu didih zat pencampur.
3.      Kelarutan
Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda.Dengan melihat kelarutan suatu zat yang berbeda dengan zat-zat lain dalam campurannya, maka kita dapat memisahkan zat yang diinginkan tersebut dengan menggunakan pelarut tertentu.
4.      Pengendapan
Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu campuran atau larutan tertentu. Zat-zat dengan berat jenis yang lebih besar daripada pelarutnya akan segera mengendap.Jika dalam campuran mengandung lebih dari satu zat yang akan kita inginkan, maka digunakan metode presipitasi. Metode presipitasi biasanya dikombinasi dengan metode filtrasi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    















III.  Prosedur Percobaan

3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat                                                                                                                                                       
5.      Cawan penguap
6.      Gelas piala 150 ml
7.      Gelas piala 250 ml
8.      Timbangan
9.      Kaca arloji
10.  Bunsen
11.  Bejana kromatografi
12.  Kertas saring
13.  Pipa kapiler
14.  Gunting
15.  Kaki tiga dan kasa

3.1.2 Bahan
1.      NH4Cl 0,1 gram
2.      NaCl 0.1 gram
3.      SiO2 0,1 gram
4.      Air suling
5.      Butanol
6.      Asam asetat
7.      K2CrO4
8.      BaCl2
9.      Tinta hitam,biru,merah
10.  Pelarut eluen






3.2 Skema Kerja
3.2.1 Pemisahan komponen dari campuran
3.2.1.1 Pemisahan dengan cara konvensional

NH4Cl,  NaCl, SiO2 (0,1g)
 
                                            

®  Ditimbang cawan penguap yang kering dan bersih dengan ketelitian 0,01 g
®  Diletakkan pada alat
®  Dipanaskan cawan penguap yang berisi contoh sampai asap putih betul-betul habis
®  Dibiarkan cawan penguap dingin, setelah itu ditimbang
®  Ditambahkan 25 ml air pada padatan yang terbentuk dan aduk selama 5 menit
®  Didekantasi larutan dengan cermat pada cawan penguap lain yang sudah ditimbang
®  Dicucidengan air sampai padatan betul-betul bebas NaCl
®  Dipanaskan dan ditutup cawan dengan kaca arloji
®  Dibiarkan sampai membentuk NaCl kering, kemudian ditimbang
®  Di keringkan SiO2 dengan pembakar bunsen
®  Ditempatkan cawan penguap yang mengandung SiO2
®  Ditutup dengan kaca arloji
®  Didinginkan sampai mencapai suhu kamar
®  Ditimbang

Hasil
 
 





3.2.1.2  Pemisahandengankromatogafi

Eluen
 



®  Disediakan bejana kromatogafi atau gela spiala 150 ml
®  Diisi bejana dengan pelarut (eluen)
®  Ditutup dengan kaca arloji untuk menjenuhkan bejana dengan eluen
®  Digunting kertas saring dengan ukuran 3×10 cm
®  Dibuatgaris (3×8,5 cm) dengan pensil pada jarak 1-1,5 cm dibagian bawah kertas, buat noda
®  Diukur tinggi kertas
®  Digantungkan kertas saring yang telah diberi noda dalam bejana kromatogafi, dengan noda harus berada diatas permukaan pelarut
®  Dibiarkan sampai diperoleh pemisahan yang baik
®  Dibiarkan bergerak sampai 1cm menjelang tepi atas kertas saring
®  Ditentukan harga R1 yang diperoleh

Hasil
 
 










3.2.2        AnalisisMelaluiPengendapan
3.2.2.1  PersentaseHasil Barium

BaCl2
 
 


                                                
®    Ditimbang gelas piala 250 ml, dicatat bobotnya
®    Dimasukkan kira-kira (0,8-1,2 g) BaCl2 dan timbang

BaCl2 + air suling
 
 



®   

BaCl2 + air suling + K2CrO4 (0,2 ml)
 
Diaduk sampai larutan homogen

®    Diaduk dan diamati larutan yang terbentuk
®    Diuji larutan dengan beberapa tetes larutanK2CrO4
®    Ditambahkan K2CrO4 jika masih ada endapan dan BaCrO4
®    Dipanaskan sampai mendidih
®    Dialihkan dari api
®    Disaring dengan kertas saring weltmann yang bobotnya sudah diketahui
®    Diambil kertas saring beserta endapannya
®    Ditimbang dan dicatat bobotnya
®   

Hasil
 
Dihitung hasil teoritis endapanBaCrO4 dan tentukan juga persenhasilnya.

3.2.3        Persen Barium Klorida
 



®    Didapatkan campuran yang mengandung BaCl2
®    Dicatat bobotnya
®    Dihitung prosedur A
®    Dihitung massa BaCl2 dalam campuran itu
®    Dicari persentase BaCl2 dalam campuran semula

Hasil
 
 



                                                












IV.  Hasil dan Pembahasan

4.1 Data HasilPengamatan
4.1.1 Pemisahan dengan Cara Konvensional
Alat + Bahan
Massa (gr)
Bobot cawan + kaca arloji + NaCl
94,66
Bobot cawan + kaca arloji + NaCl
94,4
Bobot cawan + kaca arloji
94,16
Bobot NaCl
0,26
Bobot cawan + SiO2
64,36
Bobot cawan + SiO2
64,02
Bobot SiO2
0,34

Persen bahan yang terpisahkan


4.1.2 Pemisahan dengan Kromatografi
No
Noda
Warna
Rf
1
Spidol hitam
Orange
0,14
Ungu
0,04
Biru tosca
0,19
2
Spidol merah
Orange
0,36
Kuning
0,31
3
Spidol biru
Ungu
0,26
Biru tua
0,21
Biru tosca
0,14



4.1.3 Analisis melalui Pengendapan
4.1.3.1 Persentase Hasil Barium Kromat
                                AlatdanBahan
Massa (gr)
Bobotgelaspiala + BaCl2
106,6567 gr
Bobotgelaspiala
105,5183 gr
Bobot BaCl2
1,1384 gr
Bobotkertassaring + endapan BaCrO4
1,8431 gr
Bobotkertassaring
0,8297 gr
Bobotendapan BaCrO4
-           
Hasilnyataendapan BaCrO4
1,0134 gr
Perhitunganpersentasehasil
-           
Persenhasil BaCrO4
72%

4.1.3.2 Persentase Barium Klorida dalam Campuran
AlatdanBahan
Massa (gr)
Bobotgelaspiala + campuran
106,6542 gr
Bobotgelaspiala
105,5183 gr
Bobotcampuran
-           
Bobotkertassaring
0,8297 gr
Hasilnyataendapan BaCl2
-           
Perhitunganpersentase BaCl2 dalamcampuran
-           
Persentase BaCl2
-           

                                                                                    






4.2 Pembahasan
       Pemisahan dan pencampuran adalah proses pemisahan dua zat atau lebih yang saling bercampur serta untuk mendapatkan zat murni dari suatu zat yang telah tercampur atau tercemar.Campuran adalah setiap contoh materi yang tidak murni,yaitu bukan sebuah unsur atau sebuah senyawa. Susunan suatu campuran tidak sama dengan sebuah zat, dapat bervariasi campuran dapat berupa homogen dan heterogen. Cammpuran dapat dipisahkan melalui peristiwa fisika dan kimia. Pemisahan secara fisika tidak mengubah zat selama pemisahan.Secara kimia, satu komponen atau lebih direaksikan dengan zat lain sehingga dapat dipisahkan. Campuran dapat dipisahkan menggunakan berbagai macam metode. Metode-metode tersebut yaitu pengayakkan,penyaringan,senrifungsi,evaporasi, pemisahan campuran dengan menggunakan magnet,sublimasi,destilasi dll.Endapan adalah padatan tak larut yang terpisah dari laruta. Reaksi pengendapan biasanya melibatkan senyawa-senyawa ionik.
       Pada praktikum ini, praktikan melakukan pemisahan campuran dengan beberapa metode :
A.Pemisahan dengan cara konvensional
       Percobaan ini dilakukan sesuai dengan prosedur percobaan. Namun pada percobaan ini ketersediaan bahan tidak lengkap, jadi praktikan menggunakan NaCl 0,5 gr dan SiO2 0,5 gr. Setelah semua ditmbang dicampurkan NaCl dan SiO2 dan setelah itu diberi air. Kemudian campuran tersebut diaduk untuk melarutkan bahan-bahan tersebut. Setelah didekantasi campuran tersebut. Pada percobaan ini digunakan kertas saring untuk memisahkan campuran yaitu antara endapan dengan cairan/larutan. Setelah dipisahkan antar keduantya,kemudian masing-masing zat tersebut dipanaskan hingga tidak ada lagi ar dan berbentuk kristal. Dan pada endapan juga dipanaskan hingga sampai benar-benar mengkristal.
Setelah masing-masing dipanaskan dan membentuk kristal. Praktikan baru bisa menentukan endapan. Namun,perlu diketahui terlebih dahulu bahwa yang berbentuk larutan tersebut yaitu NaCl, karena NaCl ataupun garam dapur ini larut didalam air. Sedangkan yang berbentuk endapan adalah SiO2, karena SiO2 tidak larut didalam air.
Untuk mengetahui persen bahan yang terpisahkan yaitu                                                 
       Seperti halnya pada NaCl bobot cawan yang digunakan yaitu 64,68 gr, bobot kaca arloji yaitu 29,48 gr. Sedangkan sampel NaCl sebelum dipanaskan 0,5 gr. Untuk mengetahui gr zat yang terbentuk, dilakukan penimbangan setelah pemanasan dan diperoleh hasil 94,4. Setelah mengetahui hasil penimbangan tersebut maka praktikan dapat mencari massa zat yang terbentuk dengan cara
gr zat terbentuk = bobot awal – bobot akhir
                          = 94,66 – 94,4 =0,26 gr
Kemudian baru bisa dicari % bahan yang terpisahkan dengan cara :


       Untuk percobaan ini praktikan dapat mengetahui metode pemisahan dengan cara konvensional. Meskipun bahan yang digunakan tidak lengkap.
B.Pemisahan dengan kromatografi
       Kromatografi yaitu pemisahan zat padat dari campurannya berdasarkan perbedaan migrasi senyawa. Percobaan ini dilakukan dengan cara menjenuhkan bejana dan eluen, adapun eluen itu campuran butanol,asam asetat,air, dengan perbandingan 1:1:4. Kemudian kertas saring yang telah diberi noda tersebut digantungkpada bejana kromatografi, dengan noda harus berada diatas permukaan pelarut. Noda yang digunakan pada percobaan ini, yaitu spidol berwarna hitam,biru dan merah.
       Setelah terjadi pemisahan diperoleh banyak warna. Adapun warna yang diperoleh pada spidol hitam yaitu warna orange dengan jarak tempuh zat 1 cm,  warna ungu dengan jarak tempuh zat 0,3 cm dan warna biru tosca dengan jarak tempuh zat yaitu 1,3 cm.
Pada spidol merah warna yang diperoleh yaitu orange dengan jarak tempuh zat 2,5 cm dan kuning dengan jarak tempuh zat 1 cm.
Pada spidol biru diperoleh warna ungu dengan jarak tempuh zat 1,8 cm, biru tua dengan jarak tempuh zat 1,5 cm, dan biru tosca dengan jarak tempuh zat 1 cm.
Pada percobaan ini dilakukan untuk mengetahui Rf. Adapun Rf tersebut merupakan perbandingan dari jarak yang ditempuh zat dan jarak yang ditempuh pelarut.Misalnya pada spidol hitam yang menimbulakn warna orange, untuk mengetahu Rf – nya  yaitu :
Dari nilai Rf tersebutlah dapat diketahui bahwa warna yang timbul orange.
       Selain metode-metode tersebut, terdapat metode lain yaitu melalui pengendapan. Pengendapan adalah proses pembentukan endapan yaitu padatan yang dinyatakan tidak larut dalam air.Adapun analisis melalui pengendapan pada percobaan ini yaitu :
A.Persentase hasil barium kromat
       Percobaan ini dilakukan sesuai dengan prosedur percobaan. Jika pada percobaan ini masih terbentuk endapan BaCrO4, tambahkan terus K2CrO4 tidak terbentuk lagi.Reaksi yang terjadi yaitu
BaCl2 + K2CrO4→ BaCrO4 + 2KCl
       Setelah tidak terjadi endapan, larutan dipanaskan sampai mendidih. Setelah mendidih larutan disaring menggunakan kertas saring terlebih dahulu. Kemudian endapan yang tersaring tersebut dikeringkan dengan cara dibakar diatas bunsen atau menggunakan pemanasan-pemanasan dibawah sinar matahari.Pada percobaan ini, praktikan menggunakan pemanasan dibawah sinar matahari untuk mengeringkannya.Kemudian dicatat bobotnya. Dari hasil percobaan diperoleh persen hasil BaCrO4.Adapun cara mencarinya menggunakan rumus
Diketahui : bobot BaCl2 = 1,1384gr
bobot endapan BaCrO4= 1,0134 gr
Ditanya : % hasil ?
Jawab :
BaCl2 + K2CrO4→ BaCrO4 + 2KCl


massa BaCrO4 = mol x Mr
                        =
                        = 1,4094 gr

       Dari hasil percobaan ini, diharapkan praktikan dapat memahami. Adapun kesalah praktikan saat percobaan ini yaitu terlalu banyak penambahan K2CrO4 yang menyebabkan endapan terbentuk pada percobaan ini tidak seperti yang diharapkan.
       Ada banyak lagi metode-metode dalam pemisahan komponen campuran. Dan penyebab terjadinya perbedaan hasil penimbangan dengan hasil praktek dapat disebabkan karena kurang telitinya praktikan.



V.  Kesimpulan dan Saran

5.1  Kesimpulan
1.      Untuk memisahkan komponen dari campuran dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu sublimasi, ektraksi, dekantasi, kristalisasi dan kromatografi.Pada percobaan ini dilakukan menggunakan metode dekantasi yaitu pemisahan cairan dari padatannya dengan menggunakan prinsip menuangkan secara perlahan
Kromatografiyaitupemisahan zat padat dari campurannya berdasarkan migrasi
2.      Suatu zat akan mengendap apabila hasil kali larutan ion-ionnya lebih besar daripada harga Ksp
3.      Persentase hasil suatu zat dapat ditentukan dengan rumus
4.      Pada percobaan ini, diperlukan suatu teknik menyaring dan memindahkan suatu endapan.
5.      Setelah terjadi pemisahan diperoleh banyak warna. Adapun warna yang diperoleh pada spidol hitam yaitu warna orange dengan jarak tempuh zat 1 cm,  warna ungu dengan jarak tempuh zat 0,3 cm dan warna biru tosca dengan jarak tempuh zat yaitu 1,3 cm.
Pada spidol merah warna yang diperoleh yaitu orange dengan jarak tempuh zat 2,5 cm dan kuning dengan jarak tempuh zat 1 cm.
Pada spidol biru diperoleh warna ungu dengan jarak tempuh zat 1,8 cm, biru tua dengan jarak tempuh zat 1,5 cm, dan biru tosca dengan jarak tempuh zat 1 cm.
5.2 Saran
       Dalam melakukan praktikum ini, praktikan diharapkan untuk mengetahui prosedur prcobaan, hati-hati dalam melakukan suatu percobaan. Dan untuk praktikum selanjutnya diharapkan bahan yang tersedia lengkap, agar percobaan dapat dilakukan sesuai yang diharapkan.



Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti. Jakarta:Erlangga.
Hendayana, Sumar. 2006. Kimia Pemisahan. Bandung:Rasda.
Harale, Parning. 2005. Kimia. Jakarta:Yudhistira.
Sunarya,Yayan. 2010. Kimia Dasar 1. Bandung:Yrama Widya.
Syukri.1999. Kimia Dasar 1. Bandung:ITB.





















Perhitungan
1.      Pemisahan dengan Cara Konvensional
Diketahui : bobot sampel NaCl =  0,5 gr
               bobot cawan + kaca arloji + NaCl (sebelum) = 94,66 gr
               bobot cawan + kaca arloji + NaCl (sesudah) = 94,4 gr
Ditanya : % bahan yang terpisahkan
Jawab :
Bobot NaCl = (bobot cawan + kaca arloji + NaCl sebelum) –
                        (bobot cawan + kaca arloji + NaCl sesudah)
Bobot NaCl = 94,66 – 94,4 = 0,26 gr

Diketahui : bobot sampel SiO2 = 0,5 gr
                                            bobot cawan + SiO2 (sebelum)= 64,36 gr
                                             bobot cawan + SiO2 (sesudah)= 64,02 gr
Ditanya : % bahan yang terpisahkan
Jawab :
Bobot SiO2= (bobot cawan + SiO2 sebelum) –  (bobot cawan + SiO2 sesudah)
Bobot SiO2 = 64,36 – 64,02 = 0,34 gr






2. Pemisahan dengan kromatografi
a. Spidol Hitam
Diketahui : Jarak yang ditempuh                  = 7 cm
            Jarak yang ditempuh zat (orange)     = 1 cm
Jarak yang ditempuh zat (ungu)                  = 0,3 cm
Jarak yang ditempuh zat (biru tosca)          = 1,3 cm
Ditanya : Rf..........?
Jawab



b. Spidol Merah
Diketahui : Jarak yang ditempuh                  = 7 cm
            Jarak yang ditempuh zat (orange)   = 2,5 cm
Jarak yang ditempuh zat (kuning)               = 2,2 cm
Ditanya : Rf..........?
Jawab


c. Spidol Biru
Diketahui : Jarak yang ditempuh                  = 7 cm
            Jarak yang ditempuh zat (ungu)      = 1,8 cm
Jarak yang ditempuh zat (biru tua)              = 1,5 cm
Jarak yang ditempuh zat (biru tosca)            = 1 cm
Ditanya : Rf..........?
Jawab











3. Persentase Hasil Barium Kromat
Diketahui : bobot BaCl2 = 1,1384gr
                                               bobot endapan BaCrO4= 1,0134 gr
Ditanya : % hasil ?
Jawab :
BaCl2 + K2CrO4→ BaCrO4 + 2KCl


massa BaCrO4 = mol x Mr
                        =
                        = 1,4094 gr













Pertayaan prapraktek

1) Apa yang dimaksud dengan pemisahan komponen dari campuran?
Jawab: Pemisahan komponen dari campuran adalah memisahkan komponen yang menyusun  suatu campuran (zat terlarut) dengan pelarutnya (dapat berupa zat padat, cair dan gas)
2) Sebutkan cara-cara pemisahan yang anda ketahui dan jelaskan prinsipnya?
 Jawab:
-          Sublimasi adalah pemisahan padatan dari campuran berbentuk padatan dengan cara penguapan.
-          Ekstrasi adalah proses pemisahan komponen zat dari suatu campuran berdasarkan perbedaan kelarutan.
-          Dekantasi adalah proses pemisahan cairan dari padatannya dengan menuangkan larutanperlahan – lahan).
-          Kristalisasi adalah proses pemisahan cairan dari padatannya berdasarkan kelarutan.
-          Kromatografi adalah pemisahan zat padat dari campurannya berdasarkan perbedaan migrasi seyawa.
-          Destilasi adalah cara pemisahan pada campuran zat-zat yang didasarkan pada per bedaan titik didihnya.
3) Apakah yang disebut Rf dan apa peranannya dalam proses pemisahan?
Jawab: Rf merupakan perbandingan dari jarak yang ditempuh zat dan jarak yang ditempuh pelarut. Rf digunakan untuk keperluan identifikasi, noda-noda sering ditentukan coraknya dengan harga Rf.
4) Berikan definisi untuk: flitral, %komposisi, endapan, stoikiometri, supernatan dan hasil teortitis!
Jawab:
-          Flitral adalah zat hasil filtrasi (penyaringan) dari suatu campuran
-          %komposisi adalah persentase setiap unsur dalam senyawa.
-          Endapan adalah komponen yang tidak larut dan biasanya terdapat pada bagian bawsah suatu campuran.
-          Stoikiometri adalah kajian tentang pengukuran partikel-partikel/ unsur-unsur yang terdapat dalam senyawa dalam reaksi kimia.
-          Supernatan adalah perlahan-lahan (hati-hati)
-          Hasil teoritis adalah banyaknya produk yang diperoleh dari reaksi yang berlangsung sempurna.
5) Bagaimana menguji apakah endapan telah sempurna?
Jawab: Dengan memasukkan beberapa tetes larutan yang kita ujikan/reaksikan sehingga tidak lagi terlihat pengendapan.
6) Masalah apa yang terjadi jika endapan yang tejadi tidak sempurna?
Jawab: Jika endapan yang terjadi tidak sempurna, maka sebagian bobot yang seharusnyan Mengendap terpaksa harus menguap karena masih menyatu dengan bagian Larutan yang paling atas.
7) Apakah yang anda larutan jika partikel endapan kelihatan dalam filtrat?
Apakah sumber utama dari kesalahan percobaan tersebut?
Jawab: Apabila partikel endapan kelihatan dalam filtrat maka harus dilakukanpenyaringan kembali sampai tidak ada lagi partikel dalam filtrat. Sedangkan sumber utama dari kesalahan tersebut adalah kertas saring yang digunakan tidaksesuai atau praktikan yang kurang teliti dalam menyaring.










Pertanyaan Pasca Praktek
1. a.   Bagaimana cara anda memisahkan NiCO3 dari Na2CO3?
Jawaban: dengan memasukkan Na2CO3 ke dalam air aduk hingga homogen dan nantinya akanterbentuk endapn. Endapan tersebut adalah NiCO3. Campuran tersebut kemudian didekantasi sebagai tidak ada lagi Na2CO3 yang tertinggal dalam endapan NiCO3.
b.  Bagaimana  cara anda memisahkan AgCl dari BaCl2?
Jawaban: dengan cara memasukkan campuran kedalam air, setelah itu campuran diekstraksi untuk mendapatkan AgCl.
c.  Bagaimana cara anda memisahkan TeO2 dari SiO2?
Jawaban: dengan cara memasukkan campuran ke dalam air, lalu ditambahkan O2+ dalamcampuran sebagai akibat ion sejenis akan memperkecil kelarutan dan dipisahkan dengan  cara dekantasi.

2. Apakah ada cara pemisahan selain yang disebutkan dalam percobaan ini?
Jawaban: ada, yaitu filtrasi, sentrifungsi, destilasi, sedimentasi, evaporasi, eksraksi zat cair dan destilasi bertingkat.

3. Mengapa contoh NaCl perlu ditutup selama pemanasan?
Jawaban: karena pada saat pemanasan, terdapat uap yang keluar, sehingga apabila tidak ditutup akan mempengaruhi berat contoh NaCl.

4. Apa kekurangan dan kelebihan cara kromatografi sebagai alat analisis?
Jawaban: Kelebihannya yaitu dapat memisahkan campuran secara kompleks, bahan yang digunakan sedikit atau tidak terlalu rumit dan dapt mengetahui dengan mudah warna penyusun menggunakan noda.sedangkan kekurangannya yaitu prosesnya lama dan sukar menambahkan warna yang tampak pada noda tinta.





Evaluasi.
1.      Contoh magnesium klorida sebanyak 0,552gr dilarutkan dalam air dan diendapkan denga larutanperak nitrat. Jika endapan perak klorida bobotnya 1,631gr, berapa persentase hasil?MgCl2 + 2AgNO3→ 2AgCl + Mg(NO3)2
Jawaban:
Diket : massa  MgCl2= 0,552gr
Massa  endapan AgCl =1,631gr
Ditanya  : % AgCl?


massa AgCl    = mol x Mr
                        = = 1,66344  gr

2.      Batugampingterutamamengandungkalsiumkarbonat. Contohbatugampingdrolahdenganasamhidrokloridadanmemberikanreaksi
CaCO3(g)+2HCl(aq)                        CaCl2(aq)+H2O(g)+CO2
Larutankalsium klorida di uapkansampaikeringdanternyatamempunyaibobot 0,789 gram. Hitunglahpersentasekalsiumkromatjikacontohbatugampingbobotnya 0,75 gram!
Jawaban :
Diket : massa CaCl2 : 0,789 gr
            massa batu gamping : 0,75 gr
Ditanya : % hasil   CaCO3
Jawab :

Massa  = 0,007 x 100 =0,7 gr 
dihitung persen hasil

















1.    Mempelajari reaksi kimia secara sistematis.
2.    Mengamati tanda-tanda terjadinya reaksi.
3.    Menuliskan persamaan reaksi dengan benar.
4.    Menyelesaikan persamaan redoks dari setiap percobaan
Reaksi-reaksi kimia dapat diamati dari perubahan yang terjadi, misalnya perubahan warna, perubahan wujud, yang utama adalah perubahan zat yang disertai perubahan energi dalam bentuk kalor. Dengan mereaksikan suatu zat berarti kita mengubah zat itu menjadi zat lain, baik sifat maupun wujudnya. Dengan demikian, jika Anda mengharapkan suatu zat yang memiliki ciri-ciri tertentu, maka harus dicari bahan baku yang jika direaksikan dengan zat tertentu menghasilkan zat yang diharapkan. Dengan diketahuinya beberapa sifat atau jenis reaksi, Anda dapat memahami reaksi-reaksi kimia lebih mudah. Umumnya, reaksi-reaksi kimia digolongkan menurut jenisnya sebagai berikut :
-          Reaksi Penggabungan
Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat bergabung membentuk zat ketiga. Kasus paling sederhana adalah jika dua unsur bereaksi membentuk senyawa. Misalnya logam natrium bereaksi dengan gas klorin membentuk natrium klorida. Persamaan kimianya :
2Na(s) + Cl₂(g) → 2NaCl(s)
-       Reaksi Penguraian
Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal membentuk dua atau lebih zat baru. Biasanya reaksi ini berkangsung dalam suhu tinggi agar terurai. Beberapa senyawa yang dapat terurai dengan menaikkan suhu KClO₃. Seyawa ini jika dipanaskan akan terurai menjadi KCl dan gas oksigen. Persamaan kimianya :
KClO₃(s) → 2KCl(s) + 3O₂(g)
Penguraian kalium klorat biasa digunakan untuk membangkitkan gas oksigen secara laboratorium, tetapi sekarang dilarang sebab dapat dijadikan bahan baku untuk bahan peledak.
-          Reaksi Pendesakan atau Pergantian (Pertukaran Tunggal)
Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur bereaksi dengan senyawa menggantikan unsur yang terdapat dalam senyawa itu. Contoh persamaan reaksi kimia :
2Fe(s) + Cu(NO₃)₂ (aq) → Cu(s) + Fe(NO₃)₂ (aq)
-          Reaksi Metatesis (Pertukaran Ganda)
Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi yang melibatkan pertukaran bagian dari pereaksi. Contoh persamaan kimia : 2KI(aq) + Pb(NO₃)₂ → 2KNO₃(aq) + PbI₂(s)
- Reaksi Pembakaran
Reaksi ini dicirikan bahwa salah satu pereaksinya adalah oksigen, biasanya bereaksi cepat disertai pelepasan kalor membentuk nyala. Contoh persamaan reaksi kimia :
CH4(g) + 2O₂ (g) → CO₂(g) + 2H₂O(g)
Hampir sebagian besar reaksi-reaksi kimia dilakukan dalam larutan. Ada tiga macam reaksi yang dilakukan dalam larutan, yaitu reaksi pengendapan,reaksi pebentukan gas,dan reaksi netralisasi( Yayan Sunarya,2012 : 47-51 ).
Reaksi kimia adalah suatu perubahan dari suatu senyawa atau molekul menjadi senyawa lain. Reaksi yang terjadi pada senyawa anorganik biasanya merupakan reaksi antara ion, sedangkan reaksi pada senyawa organik biasanya dalam bentuk molekul. Struktur organik dengan adanya ikatan kovalen antara atom-atom molekulnya. Oleh karena itu, reaksi kimia pada senyawa organik ditandai dengan adanya pemutusan ikatan kovalen dan pembentuk ikatan kovalen yang baru. Pada proses pemutusan ikatan kovalen dan pembentukan ikatan yang baru membutuhkan waktu yang sangat bergantung pada kondisi saat berlangsungnya suatu reaksi. Proses ini mungkin terjadi secara berpisah, seperti pada reaksi yang berlangsung secara bertahap dimana pemutusan ikatan mendahului pembentukan ikatan baru, atom dapat berlangsung secara serentak( Riswujanto, 2010 : 83 ).
Reaksi kimia adalah proses perubahan kimia anatara zat-zat pereaksi (reaktan) yang berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia, suatu zat berubah menjadi satu atau lebih zat lain, yang jenisnya baru. Untuk memudahkan mempelajari materi reaksi kimia terlebih dahulu harus memahami bagaimana penulisan reaksi kimia. Contoh : untuk menuliskan reaksi kimia yang terjadi ketika bongkahan batu kapur yang dimasukkan ke dalam air kemudian air menjadi panas. Persaman reaksi : CaO(s) + H₂O(l) → Ca(OH)₂(aq)(Diana Barsasella, 2012 : 3-4).
Menurut Raymond Chang(2004 : 71) secara umum kita dapat menyetarakan persamaan kimia molekul beberapa tahap sebagai berikut.
-          Identifikasi semua reaktan dan produk, kemudian tulis rumus molekul yang benar,masing-masing dari sisi kiri dan kanan persamaan.
-          Setarakan persamaan tersebut dengan mencoba berbagai koefisien yang berbeda jumlah atom dari tiap unsur pada kedua sisi persamaan agar kita dapat mengubah koefisien tetapi subskripnya tidak boleh diubah., senyawa yang jauh berbeda.
Redoks adalah reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Setiap reaksi redoks terdiri atas reaksi-reaksi reduksi dan oksidasi. Reaksi oksidasi adalah reaksi kimia yang ditandai dengan kenaikan biloks. Sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi kimia yang ditandai dengan penurunan bilangan oksidasi. Bilangan oksidasi didefinisikan sebagai muatan yang dimiliki suatu atom jika seandainya elektron diberikan kepada atom yang lain yang keelektronegatifannya lebih kecil, lebih positif sedangkan atom yang keelektronegatifannya lebih besar memiliki bilangan oksidasi positif. Bila suatu unsur dioksidasi, keadaan oksidasinya berubah ke harga yang lebih positif. Suatu zat pengoksidasi adalah yang memperoleh elektron, atau lebih zat (atom,ion,molekul). Bila suatu unsur direduksi, keadaan reduksi berubah menjadilebih negatif ( kurang positif ). Jadi suatu zat pereduksi adalah zat yang kehilangan elektron, dalam proses itu zat ini dioksidasi( Dogra, 2005 : 156 ).



















III.  Prosedur Percobaan

3.1    Alat dan Bahan
3.1.1   Alat
1.    Sudip
2.    Cawan krus
3.    Bunsen
4.    Tabung reaksi
5.    Lemari asam
6.    Pipet tetes
3.1.2   Bahan
1.    Magnesium
2.    Kristal CuSO. 5HO
3.    Larutan AgNO 0,01 M
4.    Serbuk Cu
5.    Larutan HCl 0,1 M dan 6 M
6.    Serbuk Mg
7.    Larutan Hg(NO) 0,1 M
8.    Larutan Al(NO) 0,1 M
9.    Larutan Kalium Iodida 0,1 M
10.     Larutan NaPO 1 M
11.     Larutan HSO 0,1 M dan 1 M
12.     Larutan HPO 0,1 M
13.     Indikator fenolftalein
14.     Larutan NaOH 0,1 M dan 10 M
15.     Larutan KMnO 0,1 M
16.     Larutan NaCO 0,1 M
17.     Larutan NaHSO 0,1 M
18.     Kristal KMnO
19.     CuSO 0,5 M
20.     Logam Zn
21.     Larutan ZnSO 0,5 M
22.     Larutan Pb(NO) 0,5 M
23.     Larutan NaNO 0,5 M
24.     Larutan HO 0,1 M
25.     Larutan kanji
26.     Larutan FeCl





3.2     Skema Kerja
3.2.1 Reaksi Penggabungan


 
 Magnesium

Dimasukkan seujung sudip Mg ke dalam krus
Dibakar pada nyala bunsen
Diamati dan dicatat hasilnya

Hasil
 
 



3.2.2 Reaksi Peguraian

Kristal  CuSO. 5HO
 
    
                   Dimasukkan seujung sudip ke dalam tabung reaksi
                   Dipanaskan dengan bunsen

Hasil
 
                   Diamati dan dicatat hasilnya












Larutan AgNo 0.01 M
 
3.2.3 Reaksi Penggantian Tunggal
 



Serbuk Cu
 
Diisi ke seluruh tabung reaksi sebanyak 1 ml
 


Ditambahkan 0,1 gr ke dalam tabung reaksi
Dipanaskan dengan bunsen

Larutan HCl 0,1 M
 
Diamati dan dicatat hasilnya
 


Diisi ke sebuah tabung reaksi sebanyak 1 ml
 


Ditambahkan 0,1 gr ke dalam tabung reaksi
Diamati dan dicatat hasil

Hasil
 
                  










 Larutan AgNO 0,01 M
 
3.2.4 Reaksi Penggantian Rangkap
 


Disediakan 3 buah tabung reaksi
Dimasukkan larutan AgNO 0,01 M ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml
 


Dimasukkan kedalam masing-masing tabung reaksi sebanyak 1 ml
 Diamati dan dicatat hasil
 


Disediakan 3 tabung reaksi
Dimasukkan larutan AgNO 0,01 M sebanyak 1 ml ke tabung
 



Dimasukkan ke dalam masing-masing tabung reaksi sebanyak 1 ml
Diamati dan dicatat hasil

Hasil
 
 







HNO 0,1 M ; HSO 0,1 M ; HPO 0,1 M
 
3.2.5 Reaksi Netralisasi
 


                 Disediakan 3 tabung reaksi
                 Diisi masing-masing tabung reaksi dengan larutan sebanyak 1 ml
 



Larutan NaOH
 
                 Ditambahkan 1 tetes ke masing-masing tabung reaksi
 


                 Diteteskan masing-masing tabung reaksi sampai terjadi perubahan warna
                 Diamati dan dicatat jumlah tetesan NaOH yang dipakai

Hasil
 
 













3.2.6 Reaksi Redoks Serta Perubahan Warna
 


                 Disediakan 3 buah tabung reaksi
                 Diisi larutan ke dalam masing-masing tabung reaksi sebanyak 0,5 ml
 


                 Ditetesi larutan sampai terjadi perubahan warna
 


                 Diisi tabung reaksi NaHSO sebanyak 3 ml dan NaOH sebanyak 1 ml sambil dikocok
 


                 Diteteskan ke dalam tabung reaksi tadi
                 Diamati setiap tetes penambahan KMnO sampai terjadi perubahan warna yang stabil
                 Dicatat jumlah KMnO yang terpakai
 


                 Diisi 1 ml ke dalam tabung reaksi
 


                 Ditambahkan kira-kira 1 gr ke dalam tabung reaksi
                 Dipanaskan dalam lemari asam
                 Diamati apa yang terjadi

Hasil
 
 



3.2.7 Beberapa Reaksi Redoks
 


Dimasukkan 2 ml ke dalam tabung reaksi
 


Ditambahkan ke dalam tabung reaksi
Dibiarkan beberapa menit
Dicatat apa yang terjadi
Dijelaskan keadaan dengan menggunakan daftar potensial elektrode reduksi
 


Dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan masukkan sedikit serbuk logam Mg
Dicatat urutan logam sesuai dengan berkurangnya kereaktifan
Ditulis persamaan reaksi
Dijaga tabung agar tidak goyang
 


Dimasukkan 5 tetes ke dalam tabung reaksi
Ditambahkan 5 tetes HSO 1 M dan 10 tetes KI 0,1 M
Ditambahkan satu tetes larutan kanji
Dicatat pengamatan
 


Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
Ditambahkan 10 tetes HSO 1 M dan 10 tetes 0,1 M
Dipanaskan 2 menit
Ditambahkan 1 tetes larutan kanji
Diperhatikan apa yang terjadi

Hasil
 
 






IV.  Hasil dan  Pembahasan

4.1 Hasil
Persamaan Reaksi
Bukti Terjadi Reaksi
A.    Reaksi Penggabungan
2Mg + O → 2MgO
Warna Mg menjadi pudar kecokelatan.
B.     Reaksi Penguraian
CuSO. 5HO → CuSO + 5HO
Molekul HO menguap/terurai sehingga tabung reaksi terdapat gelembung-gelembung uap air. CuSO. 5HO yang berwarna biru menjadi putih pucat, setelah dipanaskan dengan bunsen.
C.     Reaksi Penggantian Tunggal
1.      Cu + 2AgNO → Cu(NO) + 2Ag
2.      Mg + 2HCl → MgCl + H
1.      Cu dan larutan AgNO tidak menyatu.
2.      Serbuk Mg mengendap dan timbul gelembung gas.
D.    Reaksi Penggantian Rangkap
1.      AgNO + KI → KNO + AgI
2.      Hg(NO) + 2KI → 2KNO + AgI
3.      Al(NO)  + 3KI → 3KNO + AlI
4.      3AgNO + NaPO → AgPO + 3NaNO
5.      3Hg(NO) + 2NaPO → Hg(PO) + 6NaNO
6.      Al(NO) + NaPO → AlPO + 3NaNO
1.      Berubah warna menjadi keruh pucat.
2.      Terdapat lempengan berwarna orange diantara larutan Hg(NO).
3.      Berubah warna jadi putih/kuning transparan.
4.      Berubah warna menjadi keruh.
5.      Terbentuk lempengan kuning diatas dan endapan keruh.
6.      Berubah warna menjadi putih.
E.     Reaksi Netralisasi
1.      HNO + NaOH → NaNO + HO
2.      HSO + 2NaOH → NaSO + 2HO
3.      HPO + 2NaOH → NaPO + 3HO
1.      HNO yang berwarna bening, berubah menjadi warna ungu muda, setelah diberi 22 tetes NaOH.
2.      HSO berwarna bening, berubah menjadi warna ungu muda, setelah diberi 42 tetes NaOH.
3.      HPO berwarna bening, berunag menjadi wanrna ungu muda, setelah diberi 20 tetes NaOH.
F.      Reaksi Redoks
1.      3NaCO + KMnO →  MnCO + KCO + 2CO + 2HO
2.      NaHSO + KMnO → MnSO + KSO + NaSO + HO
3.      HCl + KMnO → KCl + HMnO
1.      HSO + KMnO berwarna ungu setelah ditambahkan NaCO 35 tetes berubah menjadi warna bening
2.      NaHSO+ KMnO saat ditetesi KMnO warna hitam keunguan tidak bersatu dengan larutan NaHSO/diatasnya setelah dikocok warna berubah bening dan terdapat endapan berwarna cokelat.
3.      HCl + KMnO menimbulkan bau menyengat, mengeluarkan uap air, dan berubah menjadi ungu pekat, dibawah terdapat endapan cokelat, volumenya semakin berkurang.
















4.2  Pembahasan
Untuk reaksi penggabungan pengamatan dilakukan dengan menggunakan bahan Mg, seujung sudip Mg dimasukkan kedalam krus dan dibakar pada nyala Bunsen, hasil yang terjadi adalah warna Mg menjadi pudar kecokelatan seharusnya setelah dibakar di dalam krus pada nyala Bunsen zat tersebut memancarkan cahaya. Hal ini dinakaman reaksi penggabungan karena pada saat Mg dibakar pada nyala Bunsen, Mg bereaksi dengan O disekitar. Sehingga, zat tersebut memancarkan cahaya. Karena reaksi penggabungan 2Mg + O → 2MgO maksudnya didalam reaksi penggabungan dua komponen reaktan berkombinasi atau bekerja sama untuk membentuk suatu produk. Pada percobaaan ini praktikan tidak mendapatkan hasil bahwa zat memancarkan cahaya. Hal ini dikarenakan kesalahan prosedur yang dilakukan oleh praktikan.
Untuk reaksi penguraian, pengamatan dilakukan dengan menggunakan bahan CuSO.5HO, seujung sudip kristal CuSO.5HO dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian dipanaskan dengan Bunsen. Hasil yang didapat oleh praktikan adalah molekul HO menguap sehingga terdapat gelembung-gelembung uap air. Kristal CuSO.5HO yang berwarna biru muda menjadi larut dan terbentuk kristal putih. Karena reaksi penguraian adalah satu komponen reaktan memisahkan atau terpisah kedalam dua atau lebih produk, reaksi yang trjadi adalah CuSO.5HO(s) → CuSO₄(s) + 5HO(aq)
Untuk reaksi penggantian tunggal pengamatan dilakukan dengan menggunakan bahan Cu,AgNO,Mg, dan HCl. Pada reaksi pertama digunakan Cu dan AgNO. Sebuah tabung reaksi diisi dengan 1 ml larutan AgNO 0,01 M dan kira-kira 0,1 gr serbuk Cu dimasukkan setelah tebung reaksi diisi dengan larutan AgNO 0,01 M, hasil yang didapat oleh praktikan serbuk Cu tidak melarut atau bercampur dengan larutan AgNO 0,01 M. Untuk reaksi yang kedua digunakan Mg dan HCl 0,1 M dan dimasukkan kira-kira 0,1 gr serbuk Mg. Hasil yang didapat praktikan adalah serbuk Mg mengendap dan timbul gelembung gas, terjadi juga perubahan suhu dan warna larutan bening, ini merupakan suatu tanda terjadinya reaksi. Hal ini dinamakan reaksi penggantian tunggal, karena reaksi penggantian tunggal adalah suatu unsur bereaksi dengan suatu campuran sedemikian sehingga unsur menggantikan salah satu dari unsur-unsur yang ada didalam campuran. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah :
1.      Cu(s) + 2AgNO₃(aq) → Cu(NO)₂(s) + 2Ag(aq)
2.      Mg(s) + 2HCl(aq) → MgCl₂(s) + H₂(g)
Untuk reaksi penggantian rangkap dilakukan empat kali percobaan. Pertama digunakan bahan AgNO dan KI. Diisi tabung reaksi I dengan 1 ml larutan AgNO 0,01 M dan tambahkan 1 ml KI 0,1 M, setelah ditambahkan KI yang terjadi adalah perubahan warna menjadi keruh pucat. Kedua digunakan bahan Hg(NO) dan KI. Diisi tabung reaksi II dengan 1 ml larutan Hg(NO) 0,1 M dan ditambahkan 1 ml KI, setelah ditambahkan KI yang terjadi adalah perubahan warna dari bening menjadi orange lalu berubah menjadi bening yang berupa lempengan. Ketiga digunakan bahan Al(NO) dan KI. Diisi tabung reaksi ke III dengan 1 ml Al(NO) 0,1 M dan ditambahkan 1 ml KI, setelah ditambahkan KI yang terjadi adalah perubahan warna dari bening menjadi putih/kuning transparan. Keempat digunakan bahan AgNO dan NaPO. Tabung reaksi IV diisi dengan 1 ml AgNO 0,1 M dan ditambahkan 1 ml larutan NaPO 0,1 M kemudian setelah ditambahkan yang terjadi adalah perubahan warna dari bening menjadi krem keruh. Kelima digunakan bahan Hg(NO) dan NaPO. Tabung reaksi V diisi dengan 1 ml Hg(NO) 0,1 M dan ditambahkan 1 ml larutan NaPO 0,1 M kemudian setelah ditambahkan yang terjadi adalah perunahan warna dari warna bening menjadi putih kekuning-kuningan dan terbentuk lempengan. Keenam digunakan bahan Al(NO) dan NaPO. Tabung reaksi VI diisi dengan 1 ml Al(NO) 0,1 M dan ditambahkan 1 ml larutan NaPO 0,1 M kemudian setelah ditambahkan yang terjadi adalah perubahan warna dari bening menjadi putih. Karena pada saat pencampuran zat terjadi perubahan warna dan adanya endapan merupakan salah satu tanda terjadinya reaksi dan juga berarti terdapat penggantian campuran. Hal ini disebut reaksi penggantian rangkap yaitu dimana reaksi dimana terjadi pertukaran senyawa. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah :
1.            AgNO₃(aq) + KI(aq) → KNO(aq)  + AgI(aq)
2.            Hg(NO)(aq)  + 2KI(aq)  → 2KNO(aq)  + AgI(aq)
3.            Al(NO)(aq)   + 3KI(aq)  → 3KNO(aq)  + AlI(aq)
4.            3AgNO(aq)  + NaPO(aq)  → AgPO(aq)  + 3NaNO(aq)
5.            3Hg(NO)(aq)  + 2NaPO(aq)  → Hg(PO)(s) + 6NaNO(aq)
6.            Al(NO)(aq)  + NaPO(aq)  → AlPO(s) + 3NaNO(aq)
Untuk reaksi netralisasi dilakukan 3 percobaan. Tabung reaksi I diisi dengan 1 ml larutan HNO 0,01 M ditambahkan 1 tetes fenol ftalein ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M kemudian setelah HNO direaksikan dengan PP warna larutan bening, dan setelah ditetesi dengan NaOH sebanyak 22 tetes, warna berubah menjadi ungu muda. Dan tabung reaksi II diisi dengan 1 ml HSO 0,01 M dan ditambahkan 1 tetes indikator fenol ftalein. Kemudian ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M, kemudian setelah HSO direaksikan dengan PP warna larutan bening dan setelah ditetesi dengan NaOH 42 tetes larutan berubah warna menjadi ungu muda. Dan tabung reaksi III diisi dengan 1 ml HPO 0,01 M dan ditambahkan 1 tetes indikator fenol ftalein , kemudian ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M. Kemudian setelah HPO, direaksikan dengan PP warna larutan bening dan setelah ditetesi dengan NaOH sebanyak 20 tetes terjadi perubahan warna menjadi ungu muda. Karena pada saat pencampuran zat, hasil reaksinya terdapat HO. Hal tersebut dikatakan reaksi netralisasi, karena reaski netralisasi adalah jenis khusus dari reaksi penggantian rangkap, dengan satu kation hidrogen dan satu anion hidroksida. Pada percobaan ini reaksi yang terjadi :
1.            HNO(aq)  + NaOH(aq)  → NaNO(aq)  + HO(aq)
2.            HSO(aq)  + 2NaOH(aq)  → NaSO(aq)  + 2HO(aq)
3.            HPO(aq)  + 2NaOH(aq)  → NaPO(aq)  + 3HO(aq)
Untuk reaksi redoks dilakukan 3 kali percobaan. Tabung reaksi I diisi dengan 0,5 ml larutan HSO 6 M dan 0,5 ml larutan KMnO 0,1 M. Kemudian larutan tersebut ditetesi dengan larutan NaCO 0,1 M. Setelah larutan ditetesi NaCO sebanyak 35 tetes larutan menjadi bening. Dan tabung reaksi II diisi dengan 3 ml larutan NaHSO 0,1 M dan 1 ml larutan NaOH  10 M sambil dikocok sehingga larutan berwarna ungu, kemudian larutan tersebut ditetesi dengan larutan KMnO 0,1 M sehingga larutan bening terpisah (menjadi bening kembali). Dengan meggunakan 20 tetes KMnO dan tabung reaksi III diisi dengan 1 ml HCl 6 M dan kira-kira 1 gr KMnO larutan menjadi ungu pekat setelah 20 tetes KMnO, karena pada hasil reaksi dimana atom-atom tertentu mengalami perubahan bilangan oksidasi, setelah dipanaskan timbul bau menyengat, mengeluarkan uap air, dibawah terdapat endapan cokelat, dan volumenya berkurang. Hal ini dikatakan reaksi redoks karena suatu redoks adalah reaksi dimana atom-atom tertentu mengalami perubahan biloks. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah :
1.            3NaCO(aq)  + KMnO(aq)  →  MnCO(aq)  + KCO(aq)  + 2CO₂(aq) +  2HO(aq)
2.            NaHSO(aq)  + KMnO(aq)  → MnSO (aq) + KSO(aq)  + NaSO(aq) + HO(aq)











V.    Kesimpulan dan Saran
5.1    Kesimpulan
Berdasarkan tujuan, pengamatan, dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
1.    Sifat jenis reaksi dapat memudahkan untuk lebih memahami reaksi kimia.
2.    Reaksi-reaksi kimia dapat dikelompokkan atau disederhanakan menjadi reaksi
     penggabungan, reaksi penggantian, reaksi penguraian, reaksi penggantian
     rangkap, reaksi netralisasi, reaksi resoks.
3.    Tanda-tanda terjadinya reaksi antara lain terjadinya perubahan suhu,
      terbentuknya gelembung gas, terdapat endapan, terjadinya perubahan warna.
4.    Persamaan reaksi ditulis dengan benar sesuai dengan hukum kimia, yaitu zat-
     zat yang terlibat dalam reaksi harus setara, baik jumlah zat maupun muatannya.
5.    Persamaan redoks diselesaikan dengan cara melihat perubahan warna bilangan
     oksidasinya.

5.2 Saran
Sebaiknya kondisi pada saat praktikum lebih kondusif agar praktikum mendapatkan hasil yang maksimal dan seharusnya praktikan berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan saat praktikum.



Barsasella,Diana. 2012. Buku Wajib Kimia Dasar. Jakarta : Trans Info Media.
Chang,Raymond. 2010. Fisika Kimia. Bandung : Yudhistira.
Dogra. 2005. Kimia Fisika. Jakarta :  Universitas Indonesia.
Riswujanto. 2010. Fisika Kimia. Bandung : Yudhistira.
Sunarya,Yayan. 2012. Kimia Dasar 1. Bandung : Yrama Widya.



Pertanyaan prapraktek
1.      Memberikan definisi dari istilah-istilah berikut;katalis, deret elektromotif, reaksieksotermik, endapan, produk, dan pereaksi.
   Jawab:
1.      Katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat jalannya laju reaksi.
-        Deret elektromagnetik adalah suatu deret yang  menyatakan susunan unsur-unsur berdasarkan kemampuan mereduksi dari yang paling kuat sampai yang lemah.
-        Reaksi eksotermik adalah reaksi yang melepaskan kalor (energi panas) dari sistem ke lingkungan.
-        Endapan adalah komponen campuran yang tidak ikut larut dan biasanya terdapat di bagian bawah larutan.
-        Produk adalah zat hasil reaksi kimia.
-        Pereaksi adalah zat-zat yang mengalami reaksi.

2.      Terangkan arti lambang-lambang berikut: ∆, WR, (s), (l), (g) dan (aq)
   Jawab:   
-     ∆  : perubahan
-     WR : energi rata-rata dalam reaksi kimia
-     (s)  : zat dalam bentuk solid(padat)
-     (l)  : zat dalam bentuk liquid(cair)
-     (g) : zat dalam bentuk gas
-     (aq): zat dalam bentuk aquos

3.      Berapa kira-kira volume dalam tabung reaksi yang berisi sepersepuluh bagian?
  Jawab: Misalkan volume tabung reaksi adalah 250 ml
 x 250 = 25 ml

4.      Apakah warna indikator PP dalam larutan asam?
   Jawab: tidak berwarna

5.      Hitung massa atom Cu dari sebagai berikut:
-        Bobot cawan penguap + logam M yang tidak diketahui = 45,82gr
-        Bobot cawan penguap = 45,361gr
-        Bobot cawan penguap + logam Cu = 45,781gr
  Jawab : Massa atom  Cu = ( bobot cawan penguap + logam Cu) – (bobot
                                              cawan penguap)
                                          = ( 45,781 – 45,361) gr
                                                                                                                                                                  = 0,42 gr
6.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan oksidasi dan reduksi?
   Jawab:
-        Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron, akibatnya   bilangan oksidasi bertambah.
-        Reduksi adalah peristiwa penangkapan elektron, akibatnya bilangan oksidasi berkurang.

7.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan oksidator dan reduktor.
   Jawab:
-        Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi (penurunan biloks) dan menangkap elektron.
-        Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi (kenaikan biloks) dan melepaskan elektron.





Pertanyaan Pascapraktek
1.Identifikasi zat-zat berikut ini. Lihat kembali hasil pengamatan Anda
a)    Asap putih (A.1)
    MgO (Reaksi penggabungan)
b)   Cairan tak berwarna (B.1)
     HO (Reaksi penguraian)
c)    Gas yang dapat memadamkan api (B.2)
     CuSO (Reaksi penguraian)
d)   Padatan kelabu (C.1)
    Cu (Reaksi penggantian tunggal)
e)    Gas yang tak berwarna (C.2)
    H (Reaksi penggantian tunggal)
f)    Endapan jingga (D.2)
     NaNO (Reaksi penggantian rangkap)
g)   Yang mengubah warna indikator (E.1)
     NaOH (Reaksi netralisasi)

2.Buatlah persamaan reaksinya
a)    Tembaga logam + oksigen  tembaga (II) oksida
     2Cu +  O2   2CuO
b)   Merkuri (II) nitrat + kalium bromide  merkuri (I) bromide + kalium nitrat
     Hg(NO3)2 + 2KBr  HgBr + 2KNO3
3.Lengkapi persamaan reaksi berikut. Bila tidak ada reaksi, tulis TR.
a)    Hg + Fe(NO3) → TR
b)   Zn + Ni(OH)2 → Zn(OH)2 + Ni
c)    Pb(NO3)2 +K2CrO→ TR

d)   Zn(HCO) → Zn² + HCO²ˉ